Tujuh Oknum Polisi Pungli, Di-Nonjob-kan

256

POLISI-RAZIA

SEMARANG – Tujuh oknum anggota Polrestabes Semarang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di jalan raya telah dilakukan pemeriksaan. Mereka kini telah di-nonjob-kan sementara dan ditempatkan di bagian administrasi sembari menunggu proses sidang disiplin.

”Masih diperiksa di sana (markas Satlantas Polrestabes Semarang, Red). Sambil menunggu pemberkasan yang dilimpahkan dari Polda Jateng untuk diserahkan ke Ankum (Atasan yang berhak menghukum, Red),” ujar Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (29/8) kemarin.

Dikatakan, tujuh oknum anggota yang diamankan Bidang Profesi (Propam) Polda Jateng saat melakukan razia kendaraan ilegal itu terancam sanksi tegas lantaran pelanggaran disiplin. ”Bisa dikenakan demosi, penundaan pangkat, serta penundaan kesempatan sekolah. Selain itu, bisa penempatan di tempat khusus, dan bisa dipenjara 7 -21 hari,” bebernya.

Menurut Suwarna, teknis dalam melakukan razia kendaraan di jalan raya, yakni perlu ada surat resmi dari kepolisian. Sehingga masyarakat berhak menanyakan kepada petugas tersebut surat resmi dalam menggelar pemeriksaan di jalan raya.

”Kalau pemeriksaan harus ada sprint (surat perintah), ini bisa dari kapolrestabes, kasatlantas, maupun kapolsek. Masyarakat berhak menanyakan. Harus ada juga perwira atau pimpinan pemeriksaan razia, serta ada plang tulisan razia,” terangnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat dikonfirmasi membantah ada anggotanya yang diamankan Propam lantaran melakukan razia kendaraan ilegal. Dia dengan tegas mengatakan tidak ada. ”Nggak ada, belum ada, tanya Kabid Propam saja (Polda),” katanya singkat.