MELAPOR: Musripah, ibu Sapari, dan kuasa hukumnya, Bangkit Mahanantiyo, menunjukkan bukti laporan di SPKT Polrestabes Semarang, Minggu (28/8). (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAPOR: Musripah, ibu Sapari, dan kuasa hukumnya, Bangkit Mahanantiyo, menunjukkan bukti laporan di SPKT Polrestabes Semarang, Minggu (28/8). (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aksi pengeroyokan di Jalan Yabaka, Muktiharjo, Pedurungan yang menewaskan Sapari, 30, warga Tanggungrejo, Kecamatan Gayamsari, Sabtu (27/8) sekitar pukul 04.00 terus diusut polisi. Bahkan, Kapolsek Karangawen Demak, AKP Sugiyono, yang sempat ditantang duel dan dipukul menggunakan benda keras oleh Sapari juga bakal diperiksa oleh penyidik.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, menegaskan, pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti pelaporan kasus pengeroyokan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Menurutnya, kejadian pengeroyokan ini tidak dibenarkan apa pun alasannya.

”Apa pun laporan itu tetap ditindaklanjuti. Akan tetap dilakukan pemeriksaan, baik pihak keluarga korban maupun saksi-saksi,” ungkap Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (29/8) kemarin.

Suwarna mengatakan, tidak menutup kemungkinan juga para saksi yang diperiksa bisa naik menjadi tersangka. Namun demikian, hal ini harus melalui proses pembuktian. ”Kalau hasil pemeriksaan ada indikasi mengarah ke sana, ya bisa saja dari saksi menjadi tersangka,” tandasnya.

Dia merespons baik upaya masyarakat dalam menangkap terduga pelaku pencurian tersebut. Namun, pihaknya tidak membenarkan cara masyarakat dalam melakukan main hakim sendiri. ”Harusnya ditangkap lalu diserahkan ke polisi. Jangan main hakim sendiri, secara hukum jelas salah,” tegasnya.