Kecelakaan Karambol, 4 Tewas di Alas Roban Batang

1248
TAK BERBENTUK: Mobil Toyota Avanza ringsek berat setelah ditabrak truk trailer dari belakang di jalur Pantura Alas Roban, Batang kemarin. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERBENTUK: Mobil Toyota Avanza ringsek berat setelah ditabrak truk trailer dari belakang di jalur Pantura Alas Roban, Batang kemarin. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERBENTUK: Mobil Toyota Avanza ringsek berat setelah ditabrak truk trailer dari belakang di jalur Pantura Alas Roban, Batang kemarin. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERBENTUK: Mobil Toyota Avanza ringsek berat setelah ditabrak truk trailer dari belakang di jalur Pantura Alas Roban, Batang kemarin. (NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG – Jalur Pantura Alas Roban, Kabupaten Batang, kembali menelan korban. Dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (26/8) kemarin, empat orang tewas setelah terlibat dalam kecelakaan karambol yang melibatkan 5 kendaraan. Bahkan untuk mengevakuasi korban tewas dari salah satu kendaraan, dibutuhkan alat berat karena kondisinya terjepit badan mobil. Empat korban tewas adalah Marwan Umar, 28, warga Jalan Kedawung, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jatim dan rekannya, Rizal Jamal, 28, warga Jalan Arif Margono, Kelurahan Kasin RT 9 RW 7, Kecamatan Klojen, Malang, Jatim. Dua korban tewas lainnya, si kembar Fatkhurohman dan Fatkhurohim, pelajar asal Desa Sengonsari, Subah, Batang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lapangan menyebutkan, kecelakaan tersebut diduga akibat adanya sistem contra flow ilegal oleh para pengendara dari arah barat. Saat itu, dari arah barat meluncur truk Winbox bernopol B-9729-UEV yang disopiri Cahyono, 35, warga Jalan Markisa, Desa Kelutan, Kabupaten Pemalang, yang melawan arus dengan mengambil jalur Pantura sebelah kanan. Pada saat bersamaan, dari arah timur melaju mobil Toyota Avanza putih bernopol N 1822 BT yang dikendarai korban Marwan Umar bersama rekannya, Rizal Jamal.

Melihat ada truk Winbox yang melawan arus, pengemudi mobil Avanza mencoba untuk menghindar. Namun karena jarak yang sudah dekat, hingga terjadi senggolan. Tidak berhenti di situ, ternyata dari arah timur juga datang sebuah truk trailer yang bersebelahan dengan truk diesel. Melihat kendaraan yang melawan arus, pengemudi truk trailer Suko Widodo, 37, warga Desa Trahan RT 2 RW 1 Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, mencoba untuk menghindari kecelakaan. Namun karena kondisi truk yang sarat dengan muatan semen seberat 60 ton, truk tersebut oleng hingga menyenggol truk Winbox dan truk diesel.

Nahas, ternyata di depan truk diesel melaju sebuah sepeda motor Yamaha Vega nopol G-5269-LL yang dikendarai Fatkhurohman dan Fatkhurohim, pelajar asal Desa Sengonsari, Subah, Batang. Akibatnya, kedua pelajar kembar tersebut tertabrak dari belakang hingga terpental beberapa meter.

Truk trailer yang sarat dengan muatan semen sendiri tidak bisa berhenti meskipun sang sopir sudah berusaha mengerem. Trailer itu akhirnya menabrak mobil Avanza yang sebelumnya bersenggolan dengan truk Winbox. Akibat kerasnya benturan, kondisi mobil Avanza yang ditumpangi dua warga Malang, Jatim itu hancur tak berbentuk. Bahkan kedua penumpangnya terjepit badan mobil.

”Sebelumnya ada truk boks yang melawan arus, kemudian senggolan dengan mobil Avanza dan juga truk trailer. Truk trailer sendiri sempat mengerem hingga oleng yang kemudian menabrak truk dan juga mobil di depannya,” tutur Narto, salah satu warga sekitar.

Melihat adanya kecelakaan tersebut, warga langsung berinisiatif menolong para korban. Pengendara sepeda motor yang merupakan saudara kembar langsung dilarikan ke Rumah Sakit QIM, Batang lantaran menderita luka yang cukup parah. Sedangkan kedua penumpang mobil Avanza yang terjepit badan mobil belum bisa dievakuasi. Baru selang 3 jam kemudian, keduanya bisa dievakuasi setelah didatangkan alat berat. Bahkan untuk mengeluarkan kedua korban, polisi bersama masyarakat ramai-ramai mencoba menarik badan kedua korban.

Kondisi kedua penumpang mobil Avanza sendiri mengalami luka yang cukup parah hingga tewas di tempat kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban dibawa ke RSUD Batang untuk diotopsi. Sedangkan dua pelajar pengendara motor juga tewas saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Untuk kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut juga turut dievakuasi, namun untuk truk trailer, muatan berupa semen harus diturunkan lebih dahulu, begitu juga dengan truk diesel yang as rodanya mengalami lepas.

Kasat Lantas Polres Batang AKP Rendi, menjelaskan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan maut tersebut. Penyebab pastinya belum bisa diketahui karena polisi masih akan meminta keterangan para saksi, baik warga sekitar maupun para pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan. Namum dugaan sementara karena adanya kelalaian dari pengemudi truk dan juga adanya truk yang melawan arus.

”Kami belum bisa memastikan, harus kita selidiki dahulu. Bisa saja terjadi karena ada truk yang melawan arus, dan bisa juga karena kondisi rem truk trailer tidak berfungsi dengan baik,” tutur Rendi.

Dia mengatakan untuk korban tewas ada 4 orang, dua orang merupakan penumpang mobil Avanza yang tewas di tempat kejadian, dan dua korban lainnya adalah pelajar pengendara sepeda motor yang tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Hingga siang kemarin, semua korban tewas berada di rumah sakit, sedangkan untuk pengemudi truk Winbox, trailer dan truk diesel mengalami luka ringan dan dimintai keterangan oleh petugas.

Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas Pantura Alas Roban mengalami kemacetan cukup parah, baik dari arah timur maupun barat. Hal itu dikarenakan petugas mengalihkan kendaraan dari arah timur ke jalur sebelah barat, sehingga kendaraan yang melintas harus antre. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan maut kedua setelah beberapa waktu yang lalu juga menimpa sebuah truk tangki dan bus Kramat Djati di jalur beton Alas Roban dengan korban tewas 6 orang. (mg20/aro/ce1)