”Masak seperti ini miskomunikasi mahasiswa. Buktinya, yang lulus sebelum September tetap ditarik UKP oleh Bagian Tata Usaha UPGRIS. Saya yakin, ini kalau nggak diberitakan di koran, para mahasiswa yang lulus sebelum September tetap ditarik UKP Rp 500 ribu.”
Aditya Danu Nugroho

Ketua IKA UPGRIS Cabang Sumatera Utara

logo ikip
SEMARANG – Setelah diberitakan Jawa Pos Radar Semarang, akhirnya pihak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengembalikan Uang Kuliah Pokok (UKP) atau uang semester tunggu sebesar Rp 500 ribu yang sudah telanjur dibayar oleh para mahasiswa yang akan diwisuda Oktober mendatang. Pengembalian ini khusus bagi mahasiswa yang telah sidang skripsi sebelum September 2016.

Salah satu mahasiswa UPGRIS berinisial TH mengaku, sebelum diberitakan koran ini, ia sudah membayar biaya UKP sebesar Rp 500 ribu, termasuk beberapa teman-temannya yang sudah selesai sidang skripsi pada Juli dan Agustus lalu.

Pembayaran tersebut dilakukan, karena pihak Tata Usaha (TU) UPGRIS pernah menginstruksikan ke mahasiswa yang akan lulus untuk segera membayar UKP karena sudah masuk semester 9. Namun anehnya, setelah adanya pemberitaan di media massa, lanjut TH, para mahasiswa yang sudah lulus sebelum September diperintahkan untuk meminta surat ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).

Dalam surat itu menjelaskan kalau mahasiswa yang bersangkutan sudah membayar uang UKP, sehingga UKP yang sudah dibayar dialihkan untuk biaya wisuda. ”Jadi, yang sudah bayar uang UKP, nanti cukup bayar uang wisuda Rp 590 ribu dari total biaya wisuda Rp 1.090.000. Modelnya dipotong otomatis, jadi ndak dikembalikan biaya UKP yang sudah kami bayar, melainkan diganti untuk biaya wisuda. Kami juga diwajibkan membayar uang toga Rp 210 ribu, di luar uang wisuda tersebut,” beber TH saat dihubungi koran ini kemarin.