MASIH BUNTU: Pertemuan perwakilan driver Go-Jek dengan dewan, Dishubkominfo dan kepolisian yang tidak dihadiri manajemen Go-Jek.ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG
MASIH BUNTU: Pertemuan perwakilan driver Go-Jek dengan dewan, Dishubkominfo dan kepolisian yang tidak dihadiri manajemen Go-Jek.ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG

MASIH BUNTU: Pertemuan perwakilan driver Go-Jek dengan dewan, Dishubkominfo dan kepolisian yang tidak dihadiri manajemen Go-Jek.ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG
MASIH BUNTU: Pertemuan perwakilan driver Go-Jek dengan dewan, Dishubkominfo dan kepolisian yang tidak dihadiri manajemen Go-Jek.ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG

SEMARANG – DPRD Kota Semarang kecewa karena manajemen ojek online Go-Jek Semarang mangkir saat dipanggil dewan untuk diklarifikasi. Sedianya, manajemen Go-Jek dipanggil Kamis (25/8) kemarin untuk dipertemukan dengan para driver Go-Jek. Pertemuan itu sebagai upaya mencari solusi menyusul aksi protes terhadap kebijakan baru manajemen PT Go-Jek Indonesia yang dinilai merugikan para driver. Praktis, mangkirnya manajemen Go-Jek Semarang itu membuat masalah yang dialami para driver belum ada penyelesaian.

Dalam pertemuan kemarin, sudah hadir perwakilan driver Go-Jek, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), serta pihak kepolisian.

”Kami kecewa. Forum komunikasi tak dianggap oleh manajemen (PT Go-Jek). Buktinya, hari ini (manajemen Go-Jek) dipanggil tidak datang,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Wahid Nurmiyanto, kecewa.