BEDA LEVEL: Pemain timnas U-19 berebut bola dengan pemain Persikama di di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8). (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)
BEDA LEVEL: Pemain timnas U-19 berebut bola dengan pemain Persikama di di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8). (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)
BEDA LEVEL: Pemain timnas U-19 berebut bola dengan pemain Persikama di di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8). (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)
BEDA LEVEL: Pemain timnas U-19 berebut bola dengan pemain Persikama di di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8). (HANIF ADI PRASETYO/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID – Tim Nasional U-19 menorehkan hasil positif dalam laga ujicoba menghadapi Persikama Kabupaten Magelang, di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Rabu (24/8). Tim besutan Eduard Tjong tersebut berhasil unggul empat gol tanpa balas.

Sejak dimulainya laga, timnas langsung menggebrak dan memperagakan permainan terbuka. Namun, gol baru tercipta jelang berakhirnya babak pertama. Di menit 43, sepakan M Dimas Drajad yang memanfaatkan umpan silang mendatar dari Ariski Wahyu menembus gawang Persikama.

Memasuki babak kedua, alur serangan timnas meningkat. Serangan ke jantung pertahanan Persikama gencar dilakukan. Hasilnya, pemain pengganti Nevy Alexander Duaramury berhasil menggandakan keunggulan pada menit 53, setelah aksi individunya tak mampu dihentikan barisan belakang Persikama.

Berselang enam menit kemudian, giliran Sadil Ramdani mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menambah keunggulan timnas menjadi 3-0. Meski sudah unggul tiga gol, timnas tetap tidak mengendurkan tekanannya. Alhasil, pada menit ke-78, mereka kembali menambah skor melalui eksekusi penalti M Alwi Slamat. Hadiah penalti diberikan wasit setelah Pandi Lestaluhu dijatuhkan di kotak terlarang. Skor 4-0 untuk timnas bertahan hingga peluit akhir.

Meski menang telak, pelatih timnas Eduard Tjong mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya. Terutama di sepanjang babak pertama yang dinilainya masih terlampau sering membuang peluang matang. ”Di babak pertama tadi anak-anak tampak demam panggung. Pembenahan masih akan terus kami lakukan. Terutama masalah penyelesaian akhir,” tandas mantan pelatih Persiba Balikpapan tersebut.

Edu menambahkan, laga ujicoba menghadapi Persikama tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur. Menurutnya, pertandingan menghadapi PSIM Jogyakarta, Jumat (26/8), lebih bisa menjadi acuan. Mengingat kualitas tim dan tekanan dari suporter lawan dipastikan lebih tinggi. (cr1/smu)