NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
PANEN RAYA : Tim Sergap Sterad Kolonel Chb Ricky FW didampingi Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha SSos, saling bercengkrama dengan petani.
NURUL FATAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
PANEN RAYA : Tim Sergap Sterad Kolonel Chb Ricky FW didampingi Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha SSos, saling bercengkrama dengan petani.

BATANG-Kepala Desa Kalibeluk, Maskuri dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera Desa Kalibeluk, Khadlirin berharap Bulog bisa membeli harga gabah petani sesuai dengan harga pasaran yaitu Rp 4.000 sampai dengan Rp 4.200/kg. Dengan begitu, pihaknya bisa mengajak serta mengimbau para petani untuk menjual gabah ke Bulog dalam rangka mendukung swasembada pangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Batang yang telah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa comben (alat panen), traktor serta transplanter (alat mesin tanam). Kami juga berharap agar diberikan alsintan lagi dengan maksud untuk mendukung pola tanam sampai dengan hasil panen,” kata Kades di sela Panen Raya dan Gerakan Serapan Gabah Petani (Sergap), di Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Batang, kemarin.

Perlu diketahui, Sergap merupakan program pemerintah yang dilaksanakan selama 3 tahun ke depan dan dilaksanakan oleh Kementrian Pertanian bekerjasama dengan TNI dan Bulog. Dengan harapan, para petani melalui Gapoktan menjual gabah ke Bulog. Program Sergap di Jawa Tengah ditargetkan 100 juta ton.

“Hal ini tidak akan terwujud dan terpenuhi, apabila tidak ada kerjasama antara Dinas Pertanian, Bulog, pihak terkait serta para petani. Tanpa adanya sinergi semua pihak, maka apa yang diprogramkan oleh pemerintah tidak akan direalisasikan,” ujar Tim Sergap Sterad Kolonel Chb Ricky FW didampingi Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha SSos.

Dalam kesempatan tersebut, Kasub Divre Bulog, Agus, mengatakan bahwa Gapoktan mulai sekarang bisa menjadi mitra Bulog. Meski begitu, pihaknya juga tidak meminta seluruhnya untuk dijual ke Bulog, namun cukup 10 persen saja dari hasil panen dijual ke Bulog. “Kami tidak minta semuanya. Kami membeli dengan harga gabah standar GKG (gabah kering giling) yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 3.700/kg,” terang Agus. (mg20/ida)