MEGAH: Bangunan baru Pasar Rejomulyo yang telah selesai dibangun terlihat lebih megah, bersih dan tertata rapi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEGAH: Bangunan baru Pasar Rejomulyo yang telah selesai dibangun terlihat lebih megah, bersih dan tertata rapi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pedagang Pasar Ikan Rejomulyo hingga saat ini masih enggan menempati gedung baru yang telah selesai pembangunannya. Perwakilan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Ikan Pasar Rejomulyo Semarang pun mendatangi DPRD Kota Semarang untuk mengadu dan memberikan alasan mengapa mereka masih enggan pindah ke pasar baru tersebut.

Pengurus Paguyuban Pasar Rejomulyo, Mujiburohman, usai berdiskusi dengan Komisi B DPRD Kota Semarang, mengatakan, jika para pedagang meminta DPRD sebagai wakil rakyat untuk mencarikan solusi permasalahan pedagang. Salah satu permasalahannya adalah kurang representatifnya bangunan pasar tersebut bagi para pedagang. ”Kami keberatan menempati pasar baru, apalagi luasan lapaknya makin kecil. Tempat baru juga kurang representatif bagi pedagang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (24/8) siang.

Ia mengungkapkan, jika luasan lapak yang didapatkan pedagang di tempat baru hanya 2,5 x 3 meter. Sementara di tempat lama, ukurannya lebih besar, yakni 5 x 3 meter dan 5 x 4 meter, yang indikasinya tentu ada kecurangan.

”Padahal jumlah kami 66 anggota, belum ada tambahan lagi. Lha kok ini ukurannya kecil, bisa jadi ada penumpang gelap (pedagang tambahan, Red),” tuturnya curiga.

Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan licinnya keramik di pasar yang baru, dan area bongkar muat yang menyulitkan para pedagang. Pedagang menginginkan agar pemerintah mengubah keramik dan area bongkar muat seperti pasar yang lama. ”Kami mau pindah kalau mirip pasar yang lama, karena kondisinya saat ini bisa merugikan pedagang. Lantainya licin, belum lagi area bongkar muat yang sangat jauh,” keluhnya.