HUT Polwan, Turun ke Jalan Razia PGOT

457
MENANGIS: Anggota Polwan Polrestabes Semarang saat razia pengamen dan pengemis di bundaran Tugu Muda Semarang, kemarin (24/8). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANGIS: Anggota Polwan Polrestabes Semarang saat razia pengamen dan pengemis di bundaran Tugu Muda Semarang, kemarin (24/8). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANGIS: Anggota Polwan Polrestabes Semarang saat razia pengamen dan pengemis di bundaran Tugu Muda Semarang, kemarin (24/8). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MENANGIS: Anggota Polwan Polrestabes Semarang saat razia pengamen dan pengemis di bundaran Tugu Muda Semarang, kemarin (24/8). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sedikitnya 180 polwan cantik kemarin turun ke jalan. Mereka terlibat dalam razia Pengemis Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT) termasuk pengamen dan pelaku premanisme di sejumlah jalan protokol di Kota Semarang. Sebagian dari mereka mengenakan poloshirt warna merah bertuliskan ”Turn Back Crime” di dada kanan.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polrestabes Semarang, AKBP Restiana Pasaribu, mengatakan, penertiban PGOT itu dilakukan bersama Satpol PP Kota Semarang, Dinas Sosial Kota Semarang, termasuk Bapermas. ”Ada 180 polwan yang kita terjunkan. Ini razia gabungan,” katanya saat apel di lapangan Mapolrestabes Semarang sebelum razia.

Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka HUT Polwan ke-68. Penertiban ini sengaja diikuti oleh para polwan didampingi petugas laki-laki yang sifatnya hanya mendampingi. ”Kegiatan di lapangan ini dibagi empat tim. Masing-masing tim disebar ke penjuru Kota Semarang, ke selatan, utara, timur, dan barat. Target sasaran PGOT, pengamen, jatilan dan premanisme,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar sore hari itu mengamankan puluhan orang. Di antaranya, pengamen, PGOT temasuk pak ogah. Tak sedikit anak-anak pengamen yang menangis saat diamankan petugas. ”Ada 59 orang yang kita jaring. Mereka kita data dan diberi pengarahan,” katanya.

Usai mendapat pengarahan, mereka yang terjaring razia langsung dibawa ke tempat pembinaan Panti Sosial Among Jiwo, Ngaliyan. Di tempat tersebut, akan dilakukan pembinaan sesuai dengan program yang sudah direncanakan.

”Nanti anak-anak pengamen akan dikursuskan musik secara gratis. Mereka yang dewasa akan dilakukan pelatihan seperti menjahit. Tujuannya, agar memiliki keterampilan dan tidak kembali di jalan,” ujarnya. (mha/aro/ce1)