POTENSIAL: Ardy ‘Jawa’ Dwi Suwardy, salah satu pemain BJL 2000 yang akan membela Timnas Indonesia. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Ardy ‘Jawa’ Dwi Suwardy, salah satu pemain BJL 2000 yang akan membela Timnas Indonesia. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Ardy ‘Jawa’ Dwi Suwardy, salah satu pemain BJL 2000 yang akan membela Timnas Indonesia. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Ardy ‘Jawa’ Dwi Suwardy, salah satu pemain BJL 2000 yang akan membela Timnas Indonesia. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dua pemain BJL 2000 yang kemarin turun di Pro Futsal League (PFL) 2016 saat ini tengah membela Timnas futsal Indonesia yang akan berlaga di ajang CFA International Futsal Tourament di Central South University of Forestry and Technology Gymnasium, Changshu, Tiongkok 26-28 Agustus.

Keduanya adalah Eko Puji Saputro dan Ardy ‘Jawa’ Dwi Suwardy. Bagi Eko, ini adalah debutnya bersama Timnas Indonesia, sedangkan Ardy Djawa sejak tahun 2013 lalu memang selalu menjadi langganan Timnas.

“Tentunya ini menjadi prestasi tersendiri bagi kami. Semoga bisa menjadi motivasi dan semangat untuk pemain futsal di Semarang dan Jawa Tengah, bahwa tim futsal dari daerah bisa menyumbangkan beberapa pemainnya untuk timnas futsal Indonesia,” kata owner BJL 2000 Semarang, Suyatno.

Di awal persiapan Timnas lalu sebenarnya ada tiga pemain BJL 2000 yang dipanggil untuk seleksi. Hanya saja nama Andrei Hermaji pada akhirnya tidak masuk dalam skuat Merah Putih di Tiongkok saat ini.

Total ada 33 pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi pada 5-9 Agustus di Mataram, Nusa Tenggara Barat lalu. Sedangkan untuk tim juara PFL 2016 Black Steel Papua menyumbangkan sebanyak enam pemain, sama dengan runner up tim Vamos Mataram.

Berikutnya IPC Pelindo II, FC Libido Bandung, dan Electric PLN yang menyumbangkan 4 pemain. BJL 2000 Cosmo, tiga pemain, Biangbola Kaltim dan Bintang Timur Surabaya dengan 2 pemain, serta BTG dan Pinky Boys yang sama-sama menyumbangkan 1 pemain.

Sementara itu mengenai masa depan BJL 2000 di PFL 2017 termasuk kemungkinan memperpanjang kerjasama dengan Cosmo Jakarta Suyatno mengatakan segala sesuatunya akan diputuskan dalam waktu dekat ini. “Secara lisan kami terus melakukan komunikasi dengan pihak Cosmo. Namun memang ada hal-hal yang masih harus dibicarakan lebih detail sebelum kami memutuskan untuk merger lagi atau tidak,” lanjutnya.

Namun kabar terbaru, Suyatno mengatakan BJL 2000 telah resmi menjalin kerjasama dengan salah satu apparel yang akan menyediakan kebutuhan BJL 2000 termasuk soal jersey yang akan mereka gunakan musim depan. “Tentunya ini kerjasama yang cukup menggembirakan. Pihak sponsor apparel bersedia memenuhi kebutuhan perlengkapan kami selama semusim yang nilainya cukup lumayan,” terang Suyatno. (bas/smu)