Skandal Kasda, Total Kerugian Rp 38,93 M

206

MANYARAN – Kerugian negara kasus dugaan korupsi raibnya dana kas daerah (kasda) Pemkot Semarang 2007-2014 awalnya cukup tinggi. Hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jateng, kerugian negara dalam kasus ini awalnya sebesar Rp 38,93 miliar lebih. Namun setelah dikurangi mutasi kredit ke BTPN, kerugian negara menjadi Rp 26,717 miliar lebih. Dan, setelah terdapat pengembalian ke dalam rekening giro kasda dan deposito Pemkot Semarang sebesar Rp 4,983 miliar lebih, kerugian negara tinggal Rp 21,733 miliar lebih. Hal tersebut disampaikan saksi ahli BPK Perwakilan Jateng Yudha Hidayah Hardani dalam sidang dengan Diah Ayu Kusumaningrum (DAK) di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (22/8) malam.

Menurut saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang ini, perhitungan tersebut sesuai hasil audit BPK Nomor 11/LHP/XVIII.SMG/10/2015 tanggal 2 Oktober 2015.

Yudha membeberkan, total dana kasda yang disetor lewat Diah Ayu selama 2007-2014 sebesar Rp 38,93 miliar lebih. Namun dari seluruhnya diketahui sejak itu hanya disetorkan sebesar Rp 12,2 miliar lebih. Sisanya Rp 26,717 miliar lebih diduga disimpangkan.

”Pemeriksaan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dilakukan sekitar Juni 2015. Pemeriksaan didasarkan data seluruhnya dari penyidik Polrestabes Semarang. Data kami konfirmasi ke UPTD Kasda dan pihak terkait,” ungkapnya di hadapan majelis hakim Antonius yang dipimpin Widijantono SH.

Yudha juga mengaku, kalau semua Kepala UPTD Kasda periode 2007 sampai 2014 sudah diklarifikasi. Ia menyebutkan, metode pemeriksaan yang digunakan dengan membandingkan setoran tunai kasda ke Diah Ayu dengan mutasi kredit rekening giro yang dibuat resmi BTPN. ”Kami menyandingkan. Ruang lingkup tahun 2007-2014,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab kerugian negara, karena perbuatan Diah Ayu yang tidak menyetorkan uang kasda ke rekening giro BTPN.

Silakan beri komentar.