TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG
MENUNGGU : Ratusan nelayan dengan perahu kecil memarkirkan perahunya di dermaga TPI Jambean, Wonokerto, Pekalongan, kemarin.

KAJEN-Nelayan Kecamatan Wonokerto dengan kapal cantrang dengan kapasitas mesin di bawah 15 gross ton (GT), sudah sepekan terakhir tidak melaut. Lantaran ombak besar melanda pesisir laut Jawa. Akibatnya, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, TPI Pecakaran dan TPI Jambean, sepi. Hanya ada beberapa kapal berukuran kecil saja yang melakukan bongkar muat ikan.

Saat ini, ratusan kapal cantrang lebih memilih memarkirkan perahunya di Dermaga Jambean, Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto. Sebagian besar nelayan memilih memperbaiki perahu dan jala, sambil menunggu cuaca bersahabat. Padahal pada saat cuaca membaik, para nelayan melaut selama tiga hari hingga satu minggu dan melakukan bongkar muat di TPI Wonkerto.

Kini, untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, para nelayan hanya melaut di tepi pantai. Yakni mencari ikan teri, ikan layang , udang dan kepiting yang banyak dijumpai di tepi pantai radius 500 meter. Hasilnya, dijual di pasar pagi TPI Pecakaran.

Subekhi, 45, nelayan dari Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, mengungkapkan bahwa sudah dua pekan terakhir sering terjadi ombak besar dengan ketinggian 3 meter. Kondisi tersebut cukup berbahaya untuk kapal ukuran kecil dengan kapasitas mesin di bawah 15 GT.

Meski begitu, pihaknya menyadari bahwa ombak besar merupakan peristiwa alam yang rutin terjadi pada akhir Agustus. Kondisi tersebut, biasanya dibarengi dengan berakhirnya musim panen ikan teri Jawa yang 3 bulan lalu sangat melimpah di pesisir laut Jawa.