Warga Tagih Janji Pemkab, Tutup Peternakan Ayam

293
EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
GERUDUK SATPOL PP : Warga Dusun Kesongo Lor Desa Kesongo Kecamatan Tuntang saat mendatangi kantor Satpol PP, guna menagih janji penutupan ternak ayam yang ada di daerahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GERUDUK SATPOL PP : Warga Dusun Kesongo Lor Desa Kesongo Kecamatan Tuntang saat mendatangi kantor Satpol PP, guna menagih janji penutupan ternak ayam yang ada di daerahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GERUDUK SATPOL PP : Warga Dusun Kesongo Lor Desa Kesongo Kecamatan Tuntang saat mendatangi kantor Satpol PP, guna menagih janji penutupan ternak ayam yang ada di daerahnya, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Perwakilan warga dari Dusun Kesongo Lor Desa Kesongo Kecamatan Tuntang menggeruduk kantor Satpol PP Kabupaten Semarang. Mereka menagih Satpol PP yang berjanji segera menutup peternakan ayam di daerah tersebut.

Pasalnya, selain peternakan tersebut tidak berizin, selama ini waktu penutupan sudah tertuang dalam perjanjian antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dengan warga setempat. Bahwa penutupan akan dilakukan usai ternak ayam tersebut sudah panen.

Perwakilan warga Dusun Kesongo Lor, Eri Setiawan mengatakan kandang ternak ayam pedaging yang telah sebulan tersebut sudah meresahkan masyarakat. “Kami minta agar Satpol PP segera bertindak, melarang peternakan ayam yang berdekatan dengan warga Dusun Kesongo Lor. Terlebih peternakan ini tidak memiliki Izin Gangguan dan Izin Mendirikan Bangunan dari pemerintah,” kata Eri usai audiensi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang, Senin (22/8) kemarin.

Kesepakatan penutupan beberapa waktu lalu juga disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Semarang. Dimana saat itu ratusan masyarakat setempat menggeruduk gedung dewan untuk mengadukan nasib mereka. “Warga menagih janji yang telah dijanjikan pemerintah melalui Satpol PP untuk segera menutup aktivitas peternakan ayam ini. Karena saat ini ayam telah dipanen seluruhnya,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Moh Risun mengatakan pihaknya akan segera menepati janjinya pada warga setempat. Dalam waktu dua hari mendatang, pihaknya akan melayangkan surat peringatan dan penutupan pada peternak ayam tersebut. “Surat peringatan ketiga akan kami layangkan, jika masih berjalan akan kami tutup,” janji Risun.

Dikatakan Risun pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas teknis yaitu Dinas Peternakan, dan Perikanan serta Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan agar memberikan arahan usaha yang tepat di kawasan Desa Kesongo ini. “Meskipun bangunan semi permanen masih bisa digunakan untuk usaha yang tidak mengganggu warga, seperti pertanian hidroponik, jamur atau usaha lainnya yang sekiranya tidak mengganggu lingkungan sekitar,” kata Risun. (ewb/ida)