BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
LAGA SENGIT: Pertandingan Semi Final Linus Jateng 2016 Persik Kendal vs Persiku Kudus yang diwasiti Amir Supardi di Stadion Utama Kendal, Minggu (21/8) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

LAGA SENGIT: Pertandingan Semi Final Linus Jateng 2016 Persik Kendal vs Persiku Kudus yang diwasiti Amir Supardi di Stadion Utama Kendal, Minggu (21/8) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAGA SENGIT: Pertandingan Semi Final Linus Jateng 2016 Persik Kendal vs Persiku Kudus yang diwasiti Amir Supardi di Stadion Utama Kendal, Minggu (21/8) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Manajemen kesebalasan Persik Kendal menyesali terjadinya insiden pemukulan terhadap wasit Amir Supardi. Yakni dalam pertandingan semi final Liga Nusantara (Linus) Jateng 2016 antara Persik Kendal-Persiku Kudus, Minggu (21/8) lalu.

Manajemen menyerahkan permasalahan tersebut sepenuhnya pada aturan Asprov PSSI Jateng. “Kami ikuti peraturan yang ada. Sebab ini masalah sepakbola, jadi kami harus profesional,” ujar Media Officer Persik Kendal, Sutono Gimsoe saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/8) kemarin.

Pihaknya mengaku sudah mendapatkan telepon dari Ketua Asprov Jateng dan meminta ketua dan daftar panitia pelaksana pertandingan. “Kalau surat panggilan, kami belum mendapatkannya. Cuma, dari Asprov sudah telepon. Mungkin dalam waktu dekat panitia akan dipanggil,” tandasnya.
Ia mengaku jika manajemen Persik Kendal menyesal atas insiden tersebut. Sedianya tindakan pemukulan tersebut tidak perlu sampai terjadi.

“Tapi karena sudah terjadi, ya kami ikuti aturan yang ada. Apakah ada sanksi atau peringatan kepada tim maupun para pemain,” tandasnya.
Perihal adanya pemain yang dilaporkan ke Polres Kendal atas dugaan penganiayaan terhadap wasit Amir Supardi, pihaknya belum mendapatkan laporan. Namun jika kabar tersebut benar, maka manajemen akan mengikuti aturan yang ada. “Hal itu (laporan, Red) merupakan hak dari wasit untuk membawanya ke ranah hukum pidana,” jelasnya.

Namun, karena ini masalah persepakbolaan, ia berharap kasus ini selesai di Komisi Disiplin yang akan menyelesaikan masalah ini. “Harapan kami, tidak sampai ke ranah hukum. Cukup diselesaikan di komisi disiplin saja,” harapnya.

Sementara Ketua Persik Kendal, Muhammad Wibowo mengatakan jika sampai kemarin dirinya belum mendapatkan konfirmasi mengenai permasalahan yang menimpa pemain Persik yang melakukan pemukulan terhadap wasit. “Kami akan mempelajari terlebih dahulu,” tuturnya

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengaku akan membela para pemain Persik Kendal sampai titik darah penghabisan. “Pemain Persik adalah anak-anak saya, mereka sudah bersusah payah mengharumkan nama Kendal untuk meraih juara. Jadi, mereka sepenuhnya adalah tanggung jawab saya,” katanya.

Terkait laporan polisi, ia akan meminta keterangan pada Ketua Persik apakah benar ada pemain yang melakukan pemukulan. “Pemain mana yang memukul serta siapa terlapornya, apakah beberapa pemain atau semuanya? Saya akan coba bicara dengan anak-anak nanti,” tambahnya. (bud/ida)