Buron 7 Tahun, Bos CV Kurnia Dibekuk

442

SEMARANG – Hampir tujuh tahun menjadi buron, Direktur CV Kurnia, Sigit Soegiarto bin Ong Ting Kang, berhasil ditangkap tim gabungan Pidana Umum (Pidum) dan Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Minggu (21/8) malam. Sigit sebelumnya ditetapkan oleh penyidik Polrestabes Semarang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terhitung sejak 2009 hingga 2016. Dia terjerat kasus dugaan pemalsuan merek pisau serut atau asah milik PT Inax International Corporation.

Begitu ditangkap, Sigit yang juga mantan Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (YTITD) Kelenteng Grajen, Semarang ini langsung digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane, Semarang.

”Penangkapan Sigit kami lakukan kemarin usai pulang bagi-bagi sembako di kelenteng. Setelah itu langsung dibawa tim ke Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang. Saat ditangkap tanpa ada perlawanan,” jelas Kepala Kejari Semarang Rizal Pahlevi melalui Kasi Intelijen, Tri Yulianto dan Kasi Tipidum, Anton Rudyanto, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/8).

Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Dedy Handoko, melalui humasnya, Fajar Sodiq, mengakui, pada Minggu (21/8) malam, pihaknya memang menerima tahanan bernama Sigit Sugiarto dengan vonis pidana selama 10 bulan penjara. ”Baru masuk tadi malam (Minggu malam), kesehatannya juga baik, karena kalau nggak sehat, kami berhak menolak,” ungkapnya.

Perkara yang menjerat Sigit sebenarnya banyak kejanggalan, karena ketika kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang sebagai eksekutor dan Polrestabes Semarang sebagai penyidik tak kunjung menahan dirinya dengan alasan masih DPO. Selain itu, kejanggalan perkara itu terjadi dalam salinan putusan banding saat akan diturunkan ke panitera PN Semarang, sempat ditahan oleh panitera Mahkamah Agung (MA) hingga 1 tahun lamanya.