SESUAI HARAPAN: Pemain dan pelatih tim basket cowok SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, meraih gelar champion Honda DBL Central Java Series 2016 untuk kali pertama. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
SESUAI HARAPAN: Pemain dan pelatih tim basket cowok SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, meraih gelar champion Honda DBL Central Java Series 2016 untuk kali pertama. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
SESUAI HARAPAN: Pemain dan pelatih tim basket cowok SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, meraih gelar champion Honda DBL Central Java Series 2016 untuk kali pertama. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
SESUAI HARAPAN: Pemain dan pelatih tim basket cowok SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, meraih gelar champion Honda DBL Central Java Series 2016 untuk kali pertama. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SOLO – Final party Honda DBL Central Java Series 2016 antara tim cowok SMA Regina Pacis (Regpac) yang merupakan juara South Region sekaligus juara bertahan, melawan SMA Satya Wacana Salatiga (Lab School), di Sritex Arena, Solo, Sabtu (20/8) malam berlangsung dramatis. Tampil percaya diri di kandang lawan, Lab School sukses menekuk Regpac 43-28, sekaligus merebut gelar juara Honda DBL Central Java Series tahun ini.

Kuater awal, pertandingan berlangsung cukup seimbang. Regpac yang dilatih pelatih kawakan Wongso Suseno, mencoba menahan gempuran dari Satya Wacana yang dibesut Aditya Krisnha Permana. Kuater pertama pun ditutup dengan skor 15-9 untuk kemenangan Satya Wacana.

Kuarter kedua Regpac tak mau menyerah dan mampu menipiskan skor 20 – 23. Namun di kuater ketiga, pemainan Regpac tidak bisa berkembang karena rapatnya defense Lab School hingga makin tertinggal jauh 20 – 33.

Pada kuarter keempat, Antino Jobiam Gareeth dkk berhasil mematikan pemain kunci Leonardo Santoso hingga pemainan Regpac tidak berkembang dan menyerah dengan skor telak 28 – 43. Leonardo sendiri akhirnya terpilih sebagai MVP Honda DBL Central Java Series 2016. “Kami sengaja mematikan pemain kunci lawan yang merupakan kapten tim, sehingga serangan dari Ragpac tidak bisa berkembang,” kata pelatih Satya Wacana Andika Krisnha Permana.