Nguri-Uri Budaya, Tampil Berseragam Kantoran

Menilik Kemunitas Karawitan Bank Indonesia

233
TAK HARUS JAWA : Anggota Komunitas Karawitan Bank Indonesia tak harus orang Jawa, namun giat berlatih di sela-sela kesibukan kerja. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK HARUS JAWA : Anggota Komunitas Karawitan Bank Indonesia tak harus orang Jawa, namun giat berlatih di sela-sela kesibukan kerja. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK HARUS JAWA : Anggota Komunitas Karawitan Bank Indonesia tak harus orang Jawa, namun giat berlatih di sela-sela kesibukan kerja. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK HARUS JAWA : Anggota Komunitas Karawitan Bank Indonesia tak harus orang Jawa, namun giat berlatih di sela-sela kesibukan kerja. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Urusan hobi dan nguri-uri budaya memang tidak memandang profesi. Siapapun boleh ikut serta, termasuk halnya dengan para pegawai Bank Indonesia yang tergabung dalam komunitas Karawitan. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

ALUNAN gending Jawa terdengar dari Ruang Lokapala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah pada Rabu siang (17/8) lalu. Bukan, aula pertemuan ini yang sedang digunakan dalam acara khusus, alunan tersebut berasal dari para pegawai yang sedang berlatih karawitan.

Ya, sekali dalam seminggu para pegawai bank ini berlatih memainkan gamelan. Tapi jangan bayangkan hanya mereka yang senior, yang getol berlatih. Dalam komunitas ini, banyak kaum muda yang cukup antusias berlatih.

Mila, misalnya. Pegawai yang bertugas di bagian perpustakaan ini bergabung sejak setahun lalu. Awalnya, ia hanya ditawari untuk mengisi posisi yang kosong, namun setelah beberapa kali berlatih, ia menemukan keasyikan tersendiri selama bermain. “Seru ya, karena ini hal baru bagi saya. Kedua bisa menjadi pelepas penat,” ujarnya.