PMI Semarang Buka Politeknik Bina Trada

1303
DIRIKAN POLITEKNIK: Prof DR dr AG Soemantri SpAK (kiri) salah satu perintis berdirinya Politeknik Tranfusi Darah Bina Trada Semarang. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRIKAN POLITEKNIK: Prof DR dr AG Soemantri SpAK (kiri) salah satu perintis berdirinya Politeknik Tranfusi Darah Bina Trada Semarang. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kebutuhan yang tinggi akan tenaga kesehatan dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas membuat Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menjembatani berdirinya Politeknik Transfusi Darah di Kota Semarang. Politeknik yang diberi nama Politeknik Bina Trada Semarang ini merupakan satu dari 3 politeknik di Indonesia yang memiliki pendidikan Diploma III Teknologi Transfusi Darah. Pendirian politeknik yang akan di-launching Sabtu (20/8) ini, merupakan upaya untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang transfusi darah.

Prof DR dr AG Soemantri SpAK, salah satu perintis berdirinya politeknik ini mengatakan, saat ini jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak sebanding dengan jumlah politeknik yang ada. Sehingga berdirinya Politeknik Bina Trada Semarang ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan tenaga kesehatan tersebut.

”Mengingat sekarang kita merupakan bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka kita juga harus menyiapkan SDM yang berkualitas. Jangan sampai orang-orang kita kalah sama negara lain,” ujarnya sambil menambahkan jika politeknik ini juga sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia mengenai pelayanan kesehatan terhadap warga negara.