PEKALONGAN-Kasus pengeroyokan hingga menyebabkan terbunuhnya Rofiki Muhammad Yudi, 33, warga Kelurahan Jenggot Gang, Pekalongan Selatan, Sabtu (2/7) pukul 22.00 lalu, akhirnya terungkap. Dalam rekonstruksi yang dilakukan di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (19/8) kemarin, terdapat 15 reka adegan yang diperagakan tersangka.

Rekonstruksi tersebut disaksikan oleh Sokheh Supriyono, kuasa hukum tersangka, jaksa dan penyidik Polres Pekalongan Kota. Dua pemuda yang menjadi tersangka, M Risqon, 19, dan M Khotibul Umam, 19, memperagakan kronologi kejadian perkara.

Dijelaskan Sokheh, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban datang dalam keadaan tidak normal atau mabuk. Korban membuat keonaran yang membuat resah warga, bahkan sempat mengancam dan menyiksa salah satu saksi, yang diketahui bapak tersangka dengan keris. Hal ini menyulut kemarahan warga, terutama tersangka untuk menyelamatkan bapaknya.

“Semua adegan sudah terlihat dengan jelas, nanti di peradilan mudah-mudahan tersangka akan mendapatkan keadilan, sehingga tidak dihukum terlalu tinggi,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiarto Silalahi melalui Kasat Reskrim AKP Supadi mengatakan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. Dijelaskan, dalam peristiwa tersebut, korban ditemukan tewas bersimbah darah di Kelurahan Jenggot Gang 5, dengan luka cukup serius di tengkorak kepala bagian belakang dan pelipisnya.

Penyidik Polres Pekalongan Kota sendiri mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua batang kayu balok, sebilah keris dengan gagang kayu. “Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, ditetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut,” terangnya. (mg5/ida)