Pernah Tidur di Hutan dan Tidak Makan selama Tiga Hari

Ronny Hartono, Warga Kendal yang Gila Keliling Indonesia

479
KELILING INDONESIA: Ronny Hartono bersama Direktur Leprid Paulus Pangka, kemarin. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KELILING INDONESIA: Ronny Hartono bersama Direktur Leprid Paulus Pangka, kemarin. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hampir 10 tahun, hidup Ronny Hartono dipakai keliling Indonesia. Sudah empat kali dia melakukan ekspedisi keliling nusantara baik dengan jalan kaki maupun sepeda onthel. Saat ini, dia tengah melakukan ekspedisi cinta tanah air dengan bersepeda selama 100 hari dari Sabang hingga Merauke. Seperti apa?

ARIF RIYANTO

SEPEDA tua merek Phillips itu sangat bernilai sejarah bagi Ronny Hartono. Sebab, sepeda onthel produksi Inggris, 15 Juli 1947 itu, telah menemani Ronny berkeliling Indonesia. Sepeda yang bodinya sudah dilas karena patah itu bahkan telah ditawar hingga Rp 150 juta oleh seorang kolektor sepeda tua.
Ditemui di kantor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) Jalan Berlian V No 1, Tembalang, Jumat (19/8), Ronny mengaku sudah menjalani empat kali ekspedisi keliling Indonesia. Ekspedisi pertama dilakukan dengan jalan kaki keliling Indonesia selama 4 tahun, 4 bulan, 5 hari pada 2001-2006. ”Waktu itu, masih 27 provinsi. Saya lewati semua dengan berjalan kaki,” kata lajang kelahiran Surabaya, 17 Agustus 1978 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Selanjutnya, pada 2012 hingga 2013 tepatnya selama 1 tahun 4 bulan, Ronny kembali keliling Indonesia. Namun kali ini dia menggunakan sepeda onthel. Perjalanan bertajuk gowes cinta tanah air 4 penjuru mata angin terluar Indonesia ini mengambil start di Titik Nol Sabang, Daerah Istimewa (DI) Aceh, lalu ke ujung utara Indonesia di Pulau Miangas Desa Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Selanjutnya ke ujung selatan Indonesia di Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur, dan berakhir di ujung Timur Indonesia, di Merauke, Papua.
Perjalanan pria asal Desa Purwosari RT I RW I, Kecamatan Patebon, Kendal, ini tak berhenti sampai di situ. Selama 3,5 tahun sejak 2012 hingga 2015, dia melakukan ekspedisi mendaki gunung dengan sepeda onthel. Bahkan, dia berhasil menaklukkan 45 gunung di Tanah Air. Atas prestasinya itu, Ronny mendapat penghargaan dari Leprid yang diserahkan oleh Direktur Leprid, Paulus Pangka.
Menurut Ronny, ekspedisi tersebut dimulai sejak pertengahan 2012 dan berakhir Desember 2015. Kali pertama, dia berhasil menaklukkan puncak Gunung Gede Pangrangu di Bogor Jawa Barat. Setelah itu dilanjutkan di beberapa gunung antara lain Gunung Cermai di Cirebon, Gunung Slamet, Sindoro, dan Rinjani. Selama perjalanan pendakian, dia selalu ditemani para pencinta alam yang sama-sama hendak mendaki. Hal itu sebagai saksi bahwa aksinya tidak direkayasa. ”Saya ingin mencatat sejarah, apa yang mampu saya lakukan,” ujar putra bungsu dari 7 bersaudara pasangan almarhum Muhammad Nasib dan Dewi Murti ini.