Agustusan, Pertahankan Kearifan Lokal

249

reog
KARNAVAL : Bupati Demak HM Natsir naik ke kepala Reog di depan panggung utama, kemarin.
(WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Karnaval Agustusan yang digelar Pemkab Demak, Kamis sore (18/8) kemarin, menjadi potensi daerah yang terus diuri-uri atau dipertahankan setiap tahun. Sebab, melalui pawai kemerdekaan itu, potensi kearifan lokal tetap terjaga dengan baik. Berbagai kreativitas warga dan instansi ditampilkan ke publik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) yang juga koordinator pelaksana kegiatan, M Ridwan mengatakan bahwa karnaval diikuti sebanyak 89 peserta. Mereka dari berbagai unsur. Yakni, sekolahan, masyarakat umum, mobil hias, dari elemen satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMD maupun instansi vertikal lainnya. Para peserta berjalan start dari Jalan Sultan Hadiwijaya, kemudian Jalan Pemuda, belok ke arah kanan Pasar Bintoro, kemudian masuk Jalan Raya Pecinan, Jalan Sultan Fatah, Alun-Alun, serta menuju panggung utama di depan terminal Kota Demak. Peserta kemudian finish di lampu bangjo patung polisi. “Karnaval ini, selain memberikan kegembiraan pada masyarakat juga memaknai HUT RI ke-71 yang memiliki slogan kerja nyata,” katanya.
Selain itu, karnaval juga memberikan pemahaman tentang banyak potensi daerah yang akan terus dikembangkan di kemudian hari melalui visualisasi replika yang diusung peserta. “Kaitannya dengan program pemerintah yang paling menonjol adalah ajakan bupati untuk menyukseskan program Matikan Televisi Ayo Mengaji Setiap Habis Maghrib. Jadi, banyak pesan simbolik yang disampaikan dalam karnaval ini,” jelasnya.
Selain dihadiri Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto, kegiatan tersebut juga dihadiri Sekda dr Singgih Setyono MMR, para asisten, Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang TT Wibisono, serta muspida lainnya. (hib/ida)