AHSAN FAUZI/RADAR KEDU GAGAL DIKIBARKAN: Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Suharto menunjukkan bendera dengan logo mirip ISIS yang dijadikan barang bukti di Mapolres Temanggung, kemarin.
AHSAN FAUZI/RADAR KEDU
GAGAL DIKIBARKAN: Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Suharto menunjukkan bendera dengan logo mirip ISIS yang dijadikan barang bukti di Mapolres Temanggung, kemarin.

Polisi Tangkap 2 Simpatisan di Kledung

TEMANGGUNG- Petugas gabungan dari Polres Temanggung, Polres Wonosobo dan Kodim 0707/Wonosobo mengamankan dua orang pendaki gunung yang membawa bendera menyerupai lambang dan logo Islamic States of Iraq and Syam (ISIS). Kedua orang ini ditangkap di Rest Area Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung perbatasan dengan Wonosobo, Selasa (16/8) sore.
Kedua pria yang diduga merupakan simpatisan ISIS tersebut adalah M Taufik Ismail, 41, warga Sumur Benger, Tersono, Kabupaten Batang dan Siwi Prasetyorini, 36, warga Imogiri Kabupaten Bantul.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, informasi soal pengibaran bendera ISIS di Gunung Sindoro didapat melalui media sosial. Sebelumnya beredar kabar bahwa ‎Selasa, 16 Agustus 2016, Abu Syamil (simpatisan Daulah asal Tegal) dengan beberapa aktivis grup medsos telegram mengagendakan kopi darat sekaligus melakukan idad atau latihan dengan naik gunung Sindoro pada 17 Agustus 2016.
Info terakhir, jumlah simpatisan yang akan naik Sindoro sekitar 8-10 orang yang mayoritas berasal dari wilayah Pantura (Brebes, Tegal, Semarang). Belum diketahui nama-nama simpatisan yang dimaksud karena mereka menggunakan nama dunia maya.
Agenda mereka yakni pengibaran arroyan (bendera ISIS) di puncak Sindoro pada saat peringatan kemerdekaan RI pukul 10.00, tanggal 17 Agustus 2016. Sementara titik kumpul peserta yakni di musala Rest Area desa Kledung, perbatasan Temanggung-Wonosobo. “Waktu kumpul yakni 16 Agustus 2016 jam 16.30 WIB dan memulai pendakian pukul 21.00 WIB,” jelasnya.
Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan, menjelang peringatan HUT ke-71 RI, pihaknya menggelar sweeping di lima titik yang menjadi jalur pendakian gunung. Salah satunya di pendakian gunung Sindoro dan Sumbing.
“Saat dilakukan razia di kawasan Kledung tersebut, sekitar pukul 17.15 WIB, kami menemukan ransel milik Siwi Prasetyorini berisi kain yang terdapat tulisan atau logo mirip bendera ISIS. Maka dia bersama temannya, M Taufik, kami amankan untuk dimintai keterangan atau dilakukan pemeriksaan,” kata Wahyu di Mapolres Temanggung, Rabu (17/8).
Dari tangan kedua pendaki tersebut, polisi mengamankan beberapa barang seperti dua buah tas ransel berisi bendera yang mirip logo ISIS, bekal makanan dan minuman serta perlengkapan mandi. “Berdasarkan pemeriksaan sementara, kami belum bisa menyimpulkan apakah keduanya terlibat jaringan ISIS. Kami masih terus melakukan kajian terkait temuan ini,” ucapnya.
Wahyu juga membeber, dari pengakuan keduanya, mereka mengklaim berasal dari kelompok pencinta alam Adi Sindoro. Selama ini mereka memang belum pernah bertemu secara langsung, hanya berkomunikasi melalui media sosial (medsos). Mereka mengaku akan mengibarkan bendera yang dibawanya ketika telah sampai di puncak Gunung Sumbing untuk selfie.
Sementara itu, ketika awak media berusaha meminta keterangan, pendaki tersebut tidak mau bicara banyak. Ia hanya menjawab singkat ketika ditanya apakah menjadi simpatisan ISIS. “Ya saya memang simpatisan. Itu saja,” ucap Taufik dengan nada keras.
Kabag Humas Polda Jateng Kombes A Liliek Darmanto, membenarkan adanya penangkapan dua pria tersebut. “Ceritanya ada informasi akan mengibarkan bendera ISIS di Gunung Sumbing lewat wilayah Temanggung dekat Wonosobo. Akhirnya, anggota dan aparat gabungan termasuk Kodim dan Koramil mengamankan dua orang itu,” jelasnya, Rabu (17/8).
Saat mengamankan keduanya, aparat juga berhasil menemukan bendera ISIS. Bendera ini rencananya akan dikibarkan di Gunung Sumbing tepat saat detik-detik proklamasi Rabu (17/8) pukul 10.00.
“Ya gebleg (bodoh, red). Hari kemerdekaan kan harusnya mengibarkan bendera merah putih. Ini malah akan mengibarkan bendera ISIS, ya jelas ditangkap,” kata Liliek.
Pada Juni 2014 lalu, juga sempat tersiar kabar ada pengibaran bendera dan pembaiatan simpatisan ISIS di Gunung Sindoro. Sebuah foto beredar di media sosial yang menggambarkan sekelompok orang sedang beristirahat dan tampak sebuah bendera ISIS berkibar. Disebutkan, foto tersebut diambil oleh pendaki Gunung Sindoro yang berpapasan dengan rombongan tersebut.
Menurut salah seorang pendaki yang saat itu enggan disebutkan namanya, ia melihat langsung adanya rombongan pendaki yang membawa bendera ISIS di Sindoro pada Juni 2014 silam. Saat itu, ia bersama kelompok pencinta alam naik Sindoro. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan rombongan tersebut.
“Itu kejadian bulan Juni mas, itu ngambil (memotret, red) langsung,” kata sumber tersebut.
Belakangan, beredar kabar rombongan pembawa bendera tersebut telah melakukan baiat kepada ISIS. Namun sumber koran ini tidak mengetahui prosesi baiat, karena hanya bertemu di perjalanan.
Sumber tersebut mengaku sempat berdialog dengan sejumlah anggota ISIS yang diketahui bukan berasal dari Temanggung. “Itu rombongan dari Solo kok Mas, bukan dari Temanggung, jadi tenang saja,” jelasnya pada Radar Kedu kala itu. (san/mha/elf/JPG/ton)