SINDIR KETEGASAN PEMKAB: Sejumlah pedagang pujasera di Aun-alun Bung Karno Ungaran memindahkan gerobag dagangannya sebagai wujud protes, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIR KETEGASAN PEMKAB: Sejumlah pedagang pujasera di Aun-alun Bung Karno Ungaran memindahkan gerobag dagangannya sebagai wujud protes, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIR KETEGASAN PEMKAB: Sejumlah pedagang pujasera di Aun-alun Bung Karno Ungaran memindahkan gerobag dagangannya sebagai wujud protes, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIR KETEGASAN PEMKAB: Sejumlah pedagang pujasera di Aun-alun Bung Karno Ungaran memindahkan gerobag dagangannya sebagai wujud protes, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pedagang di Pujasera Alun-Alun Bung Karno Kalirejo melakukan aksi damai dengan melakukan pemindahan sarana dagang ke area parkir depan. Hal tersebut sebagai bentuk protes terhadap keberadaan para pedagang tidak resmi yang berjualan di lokasi parkir tersebut.

“Padahal lokasi parkir depan tidak boleh digunakan untuk berjualan, namun mereka (pedagang tidak resmi) nekat berjualan dan itu dibiarkan saja oleh Satpol PP,” kata pengurus Paguyuban Pedagang Pujasera Alun-Alun Bung Karno (P3ABK), Esin suryaningsih (45), Selasa (16/8).

Apalagi jumlah pedagang liar tersebut sudah mencapai ratusan. Kejanggalan lain yang dirasakan oleh para pedagang pujasera yaitu tidak tegasnya pihak Satpol PP dalam menertibkan para pedagang liar di lokasi parkir alun-alun.

“Anehnya, Satpol PP justru melarang pengunjung untuk parkir di bagian belakang yang berdekatan dengan los penjual pujasera,” katanya. Selama ini, omzet pedagang di pujasera bagian belakang bergantung pada pengunjung yang parkir di bagian belakang.

Para pedagang di pujasera saat ini masuk dalam naungan Disperindag Kabupaten Semarang. “Sayangnya lebih dari dua tahun mereka (Disperindag) mengetahui hal itu hanya diam saja,” katanya.

Area parkir di Alun-alun Bung Karno sendiri terbagi menjadi dua, depan dan belakang. Saat ini area parkir depan pada libur akhir pekan dibanjiri para pedagang liar yang berjualan. Di sisi lain para pedagang pujasera tidak bisa berharap banyak terhadap kedatangan pengunjung dari parkir belakang lantaran mendapatkan larangan dari pihak Satpol PP.