Usai Membunuh Pelaku Karaokean

980
Gelar Perkara: Polres Blora ringkus pelaku pembunuhan Suparmin dan penadahnya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
Gelar Perkara: Polres Blora ringkus pelaku pembunuhan Suparmin dan penadahnya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
Gelar Perkara: Polres Blora ringkus pelaku pembunuhan Suparmin dan penadahnya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
Gelar Perkara: Polres Blora ringkus pelaku pembunuhan Suparmin dan penadahnya. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
KOTA – Pelaku pembunuhan Suparmin, 50, alias Min Lipik warga Rt 14/Rw 21 desa Jetis Soponyono Kecamatan Purwodadi Grobogan sudah tertangkap. Usai membunuh dan membuang jenazah korban, pelaku sempat pergi ke kafe karaoke Board Box belakang GOR Mustika Kabupaten Blora mulai pukul 23.00-01.00 untuk minum-minuman keras dan beralkohol.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Blora AKBP Surisman didampingi oleh Kasatreskrim AKP Asnanto bersama tim resmob polres Blora saat gelar perkara di halaman belakang plres Blora kemarin.
Kapolres mengungkapkan, Karena saat di café karaoke pelaku tidak punya uang, tersangka menjaminkan kendaraan mobil Xenia warna biru bernomor polisi B 1145 KFU kepada pemilik café tersebut. Dia adalah Hermawan Wijaya kusuma,33, beralamat di Jalan Dr. Sutomo lorong 5 nomor 50A Rt 02/Rw II kelurahan Tempelan Blora.

Selanjutnya, tersangka minta uang untuk pulang kedemak, tapi remek saat itu tidak mengantongi uang, selanjutnya Remik bersama pelaku pergi ke kampung baru Kecamatan Jepon dengan tujuan mengambil uang gade kendaraan sebesar Rp 4 Juta.

“Setelah dikasih, kemudian tersangka diantar Remik menuju ke Perempatan Biandono, yang kemudian tersangka pergi ke Purwodadi dengan menggunakan ojek yaitu dengan ongkos sebesar Rp 80 ribu. Sesampianya di Purwodadi, tersangka pulang kerumah dengan naik angkot umum bus dengan biaya Rp 7 ribu,”ungkapnya.

Aksi pembunuhan ini berawal pada Senin,(8/8) sekitar pukul 12.00 tersangka ditelfon dan diajak minum-minuman keras beralkohol jenis arak disebuah warung Purwodadi dan kemudian tersangka berangkat ke Purwodadi dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah bertemu, keduanya bersama-sama minum minuman keras sampai pukul 15.00. Setelah selesai, waktu tersangka hendak pulang kerumah, korban mengajak untuk kembali minum keesokan harinya dan tersangka menyutujui.