JEMUR PAKAIAN: Pagar taman di tepi Kali Gelis dijadikan warga untuk menjemur pakaian. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)
JEMUR PAKAIAN: Pagar taman di tepi Kali Gelis dijadikan warga untuk menjemur pakaian. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)
JEMUR PAKAIAN: Pagar taman di tepi Kali Gelis dijadikan warga untuk menjemur pakaian. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)
JEMUR PAKAIAN: Pagar taman di tepi Kali Gelis dijadikan warga untuk menjemur pakaian. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Beberapa taman di Kota Kudus tak terawat. Itu bisa dilihat dari banyaknya coretan cat dan fasilitas yang rusak. Bahkan, taman di Kali Gelis dijadikan warga sebagai tempat menjemur pakaian.
Hal itu cukup memprihatinkan. Sebab, tidak ada kesadaran dari warga untuk ikut menjaga kebersihan taman. Malahan dimanfaatkan untuk hal yang tidak seharusnya.

Menurut Mashuri, salah satu petugas kebersihan di Taman Ganesha, Purwosari, banyaknya coretan di tembok maupun gazebo taman merupakan ulang pengunjung yang tak bertanggung jawab. Belum lagi, fasilitas lain seperti lampu taman sengaja dirusak oleh oknum tertentu. Tujuannya, agar bisa dijadikan tempat pacaran di malam hari.

”Saya sendiri jengkel kalau ada yang coret-coret. Sudah diingatkan, tapi tetap saja begitu. Di sini, siang malam pasti ada orang pacaran. Apa lagi, sebelah taman kan sawah jadinya sepi kalau malam,” katanya.

Hal senada diungkapkan salah satu pengunjung Taman Ganesha, Endah mengaku kondisi taman yang panas dan terdapat beberapa coretan mengganggu kenyamanan pengunjung. Tidak adanya area bermain anak juga dikeluhkan perempuan warga Bakalan Krapyak ini.

”Lagi momong anak pulang sekolah. Di sini tanaman bunganya lumayan bikin suasana seger. Tapi, sayangnya tidak ada area bermain untuk anak-anak. Beberapa sudut juga panas, ” katanya.

Sementara itu, M. Hasan, salah seorang pengunjung di Taman Kali Gelis juga mengungkapkan keresahannya melihat kondisi taman tersebut. Adanya jemuran warga yang digantung di pagar taman sisi barat dinilai mengganggu keindahan taman. Terlebih, jika dilihat dari jembatan Kali Gelis jemuran tersebut terlihat jelas. Warga Singocandi tersebut berharap, pemerintah tidak hanya membuat taman saja. Tapi, juga memperhatikan kondisi taman-taman yang ada di Kudus.

Kepala Dinas Ciptakaru Kudus, Sumiyatun mengaku pihaknya sudah berusaha untuk menjaga kondisi taman tersebut. Namun, dia tak bisa mengawasi terus menerus. ”Fasilitas sudah kami jaga. Cuma, namanya orang jahat kan bisa saja,” paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Kepala Desa setempat untuk ikut menjaga kondisi taman. ”Sudah kami undang untuk rapat dengan kami dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Kepala Desa Demaan, M. Sugiyono menjelaskan, sudah sejak lama ingin memberdayakan masyarakat sektiar Taman Kali Gelis untuk ikut merawat. Namun, hingga saat ini belum ada aturan pelimpahan taman kepada pemerintah desa. Dia mengaku, sudah ada komunikasi dengan Dinas Ciptakaru mengenai rencana jangka panjang pengelolaan taman kota. ”Yang jelas, kami siap jika dipasrahi untuk merawat,” paparnya. (lid)