EKSTRIM : Benny Karnadi saat ngetrail di lereng Kawasan Merapi, Jogjakarta. (IST)
EKSTRIM : Benny Karnadi saat ngetrail di lereng Kawasan Merapi, Jogjakarta. (IST)

EKSTRIM : Benny Karnadi saat ngetrail di lereng Kawasan Merapi, Jogjakarta. (IST)
EKSTRIM : Benny Karnadi saat ngetrail di lereng Kawasan Merapi, Jogjakarta. (IST)

Di sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Jawa Tengah, Benny Karnadi memiliki hobi cukup ekstrim. Yakni ngetrail dan off road. Berbagai pengalaman menarik sekaligus menegangkan dirasakan ketika menjalani hobinya tersebut.

MIFTAHUL A’LA

KESIBUKAN sebagai seorang legislator tidak lantas menghilangkan hobi ekstrim Benny Karnadi. Justru hobinya ngetrail dan off road dinilai menjadi salah satu obat untuk membuat otak kembali segar usai beraktivitas. Karena saat ngetrail ada sensasi tersendiri yang dia rasakan. “Ngetrail dan off road itu hobi. Jadi tidak bisa ditinggalkan begitu saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia mengaku tertarik dengan hobi ekstrim sejak tahun 2000 silam. Awalnya hanya sebagai media untuk berkumpul dengan teman-temannya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ia lantas menggemari hobi ngetrail dan off road. Sebab, ngetrail selain memicu adrenalin juga merupakan olahraga yang sangat menantang. “Ada sensasi sendiri ketika bisa menaklukkan medan yang cukup sulit,” ujarnya.

Semakin sulit medannya, maka semakin hebat sensasi yang didapatkan. Meski begitu, untuk bisa menekuni hobi tersebut, tidak bisa sembarangan. Safety riding saat berkendara merupakan hal utama sebelum ngetrail. Selan itu, karena medan yang berkelok dan berlumpur membutuhkan keahlian agar tetap aman saat berkendara. “Kalau jatuh ya sering, risiko saat ngetrail. Tapi Alhamdulillah tetap aman, karena sudah safety riding,” tambahnya.

Saking cintanya pada dunia trail, iapun memiliki tiga koleksi motor trail dengan kapasitas mesin 250 cc. Menariknya, ia kerap ngetrail bersama dengan istri tercinta Niken Larasati yang kebetulan juga memiliki hobi sama. Tapi sang istri lebih suka dengan off road. “Kebetulan hobinya sama, jadi ya keluarga tidak ada yang komplain,” akunya.