Bisnis Sabu Dikendalikan Napi Nusakambangan

406
PENGEDAR SABU: Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Manurung menunjukkan barang bukti sabu dan handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGEDAR SABU: Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Manurung menunjukkan barang bukti sabu dan handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGEDAR SABU: Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Manurung menunjukkan barang bukti sabu dan handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGEDAR SABU: Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Manurung menunjukkan barang bukti sabu dan handphone. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bisnis narkoba yang dikendalikan oleh napi penghuni lapas ternyata masih marak. Salah satunya oleh napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan yang dikenal sangat ketat pengamanannya. Hal ini berdasarkan pengakuan H Kurniawan, 41, pengedar narkoba warga Banyumanik, Semarang.

Kurniawan ditangkap oleh aparat Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polda Jateng, Minggu (7/8) sekitar pukul 22.00 lalu di rumahnya. Ia mengaku menjadi pengedar narkoba, dikendalikan oleh napi Lapas Nusakambangan. Dalam penangkapan itu, barang bukti yang disita berupa sabu seberat satu gram.

”Penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat. Di rumah tersangka sering keluar masuk orang yang mencurigakan. Informasi itu selanjutnya kita tindaklanjuti,” kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Manurung, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (12/8) kemarin.

Manurung mengatakan, penangkapan tersangka terus dikembangkan hingga petugas berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1 ons. Kurniawan mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial H, napi kasus narkoba yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan.

”Kita mengetahui adanya bukti transfer kepada H sebesar Rp 6,5 juta. Tersangka memesan 10 gram dikirim 1 ons. H ini operator pengendali untuk kirim barang,” jelasnya.

Sabu 1 ons yang dikirim H kepada tersangka ditemukan petugas di wilayah Salatiga. Barang tersebut disimpan di dalam plastik dan disembunyikan di bawah keramik di depan Superindo Jalan Jenderal Soedirman, Salatiga.