FOTO-SENJATA-SERBU-SS2-PINDAD

SOLO – Alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanah air kian canggih. Lewat tangan-tangan insinyur PT Pindad Persero, tercipta persenjataan modern pilih tanding salah satunya Senapan Serbu 2 (SS2) Subsonic.

Senjata api ini merupakan varian terbaru yang difungsikan untuk operasi-operasi pembebasan sandera atau aksi penyergapan. Beragam keistimewan ditanamkan dalam bodi relatif ringan tersebut. Yakni silencer (peredam) yang nyaris ketika ditembakkan tidak mengeluarkan suara.

“Suara yang dihasilkan sangat rendah. Desibelnya di bawah 70 DB,” ungkap staf promosi PT Pindad Persero Herman Vidiarto ditemui di stan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Stadion Manahan kemarin (12/8).

Kehebatan lainnya, SS2 bersistem subsonic, sehingga senapan tidak perlu dikongkang dalam penggunaanya. “Tenaga pendorongnya menggunakan gas. Jadi tidak perlu dikokang saat digunakan. Tinggal menarik pelatuknya, peluru langsung keluar,” ungkapnya.

Bila dibandingkan dengan produk luar negeri, senjata api hasil riset 2007 dan di-launching awal Juli 2016 ini mampu disetarakan dengan sepanan MP7 buatan Jerman, Hecker and Koch (H&K). Tapi SS2 Subsonic memiliki keunggulan lebih senyap.

“Kita sudah melakukan perbandingan terhadap kedua senjata ini (SS2 Subsonic dan MP 7,Red). Didesain agar sesuai fungsinya sebagai senjata penyergapan. Jadi kita buat ringan berbahan aluminium Lois serta baja paduan,” beber Herman.

Untuk kecepatan tembak, lanjut dia, yakni 720-760 butir per menit yang dibagi dalam tiga mode penembakan. Aman, tunggal, dan otomatis penuh. Ini guna memudahkan cara pemakaian.