Praditya Swastikha Ardhy, Mahasiswa Udinus Ciptakan Alat Pendeteksi Diabetes

Habiskan Rp 1,5 Juta, Tes Diabetes Cukup 5 Menit

404
INOVATIF: Praditya Swastikha Ardhy menunjukkan prototipe pendeteksi penyakit diabetes karyanya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Praditya Swastikha Ardhy menunjukkan prototipe pendeteksi penyakit diabetes karyanya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Praditya Swastikha Ardhy menunjukkan prototipe pendeteksi penyakit diabetes karyanya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Praditya Swastikha Ardhy menunjukkan prototipe pendeteksi penyakit diabetes karyanya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Praditya Swastikha Ardhy, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Nuswantoro (Udinus) Semarang berhasil menciptakan prototipe pendeteksi penyakit diabetes. Di alat temuannya itu dipasang seperangkat sensor untuk menangkap aroma urine. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

DIABETES mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah. DM seringkali menjadi penyakit berbahaya dan mematikan. Namun tak sedikit warga yang menderita penyakit tersebut sering terlambat mengetahuinya. Salah satu persoalannya adalah biaya untuk cek masih terbilang mahal bagi masyarakat bawah. Praditya Swastikha Ardhy ingin memecahkan persoalan itu.

”Saya terinspirasi karena biaya tes masih terbilang mahal. Biayanya minimal Rp 60 ribu, itu pun dibutuhkan 3 kali tes laboratorium. Bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, ini sangat memberatkan. Maka saya muncul ide membuat alat pendeteksi diabetes ini,” ungkap Praditya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, ia memulai penelitian sejak awal 2015 lalu. Sekaligus untuk tugas skripsi pendidikannya, Praditya mulai melakukan pengumpulan informasi, data, dan riset.

Ditemukanlah konsep pengenalan ciri aroma urine penderita diabetes denganmenggunakan metode Support Vector Machine (SVM).