Kali Pertama, Penjual Miras Bakal Disidang

422
BERKAT PERDA MIRAS: Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan (tengah) dan Kabag Humas Polres Blora Sularno (kanan) saat gelar perkara kasus miras di Mapolres Blora baru-baru ini. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)
BERKAT PERDA MIRAS: Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan (tengah) dan Kabag Humas Polres Blora Sularno (kanan) saat gelar perkara kasus miras di Mapolres Blora baru-baru ini. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)
BERKAT PERDA MIRAS: Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan (tengah) dan Kabag Humas Polres Blora Sularno (kanan) saat gelar perkara kasus miras di Mapolres Blora baru-baru ini. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)
BERKAT PERDA MIRAS: Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan (tengah) dan Kabag Humas Polres Blora Sularno (kanan) saat gelar perkara kasus miras di Mapolres Blora baru-baru ini. (POLRES BLORA FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Untuk kali pertama, kasus kepemilikan dan mengedarkan minuman keras di Kabupaten Blora akan disidangkan. Seperti kasus yang dialami Sutinah, warga RT 1/RW 1, Desa Karang, Bogorejo, ini.

Setelah berkas penyidikan dinyatakan sudah lengkap (P21), Sutinah akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Selanjutnyaakan disidangkan. Sutinah sendiri, merupakan pemilik dan penjual miras.

Hal ini diketahui saat Polres Blora gelar perkara yang dilaksanakan Sat Narkoba Polres Blora di halaman belakang Mapolres Blora baru-baru ini. Kapolres Blora AKBP Suparlan melalui Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengaku, penyidikan terhadap Sutinah terkait miras sudah dinyatakan P21. Sehingga siap untuk diserahkan ke Kejari Blora.

Penanganan Sutinah sendiri, berawal ketika Polres Blora menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) Jumat (20/5) lalu. Petugas Sat Narkoba menemukan minuman keras jenis arak putih dan minuman lainnya yang mengandung etanol 20,26 persen di rumah Sutinah. Dalam pemeriksaan itu, Sutinah juga diketahui menjual minuman tersebut tanpa dilengkapi surat izin edar dari dinas terkait.

“Memang baru kali ini di Blora kasus miras akan disidangkan. Hal ini menyusul adanya Perda Nomor 07 Tahun 2015 Pasal 29 Ayat 1 tentang Pengendalian dan Pengawasan Miras,” jelasnya. “Sebelumnya memang diproses dengan pembinaan, karena termasuk tindak pidana ringan (tipiring). Namun, karena sekarang sudah ada Perda Miras, kami akan proses sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

Dalam penangkapan Sutinah, aparat kepolisian juga mengamankan miras dalam 150 botol air mineral besar dan tiga jiriken (75 liter). Juga 185 bir putih merek Guiness, 32 botol bir putih merek Bintang, dan 16 botol bir putih merek Draft Beer. (sub/lin)