LANSKAP: Lanskap pusat Kota Tegal dipotret dari Menara PDAM, Jalan Pancasila, Kamis (11/8). (K. ANAM SYAHMADANI/RATEG)
LANSKAP: Lanskap pusat Kota Tegal dipotret dari Menara PDAM, Jalan Pancasila, Kamis (11/8). (K. ANAM SYAHMADANI/RATEG)
LANSKAP: Lanskap pusat Kota Tegal dipotret dari Menara PDAM, Jalan Pancasila, Kamis (11/8). (K. ANAM SYAHMADANI/RATEG)
LANSKAP: Lanskap pusat Kota Tegal dipotret dari Menara PDAM, Jalan Pancasila, Kamis (11/8). (K. ANAM SYAHMADANI/RATEG)

TEGAL-Tak kunjung dibahasnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. Juru Bicara Fraksi Partai Amanat Nasional untuk Nurani Rakyat (Pantura) Ely Rosana mengatakan, Raperda RDTR ini penting untuk segera dibahas karena akan menentukan keberlangsungan dan kemajuan daerah.

Selain itu, mempunyai fungsi sebagai kendali mutu pemanfaatan ruang wilayah kota berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), acuan bagi kegiatan pemanfaatan ruang yang lebih rinci, kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang, dan bagi penerbitan izin pemanfaatan ruang. Menurut Ely, Raperda ini merupakan usulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang merupakan amanat Undang-Undang.

Pembahasan Raperda tersebut sudah tidak disinggung lagi karena tidak ada tindak lanjut dari eksekutif. “Bagaimana tindak lanjut hasil konsultasi ke Badan Informasi Geospasial (BIG)? padahal Pemkot juga tidak perlu mengeluarkan biaya, karena BIG sudah mempunyai Peta Citra Seluruh Wilayah Indonesia,” bebernya.

Ely menegaskan, Fraksi Pantura berharap Pemkot serius dan memprioritaskan pembahasan Raperda RDTR. Adapun, beberapa hal yang juga menjadi catatan penting ataupun PR besar lainnya yakni penyediaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, penyelesaian mengenai aset Pemkot di Pasar Pagi, dan mengenai kontrak atau sewa ruko Pasar Sore, yang kurang jelas tentang jangka waktunya.

“Kami juga berharap wali kota untuk segera mempersiapkan Raperda dan atau Perwal tentang Pemasangan Saluran pipa baru bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Tegal, serta program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) agar segera terealisasi karena kecukupan debit air bersih Kota Tegal sudah memadai,” tegasnya. (nam/ap)