Pemkab Tegal Anggarkan PJU Pantura

423

(yer)--Pemkab-Anggarkan-PJU-Panturan.rtf2

SLAWI – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tegal menggelontorkan dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Pantura Kabupaten Tegal. Meski sudah dianggarkan di APBD II Tahun 2016 itu, tapi pengadaan PJU hingga kini belum dikerjakan.

“Ini masih proses lelang, mungkin bulan ini sudah bisa dikerjakan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Nursidik, kemarin (11/8).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengemukakan, sebenarnya pengelolaan jalan pantura merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Namun, Pemkab Tegal berupaya memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan pengadaan PJU. Sebab, PJU di jalan pantura sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kriminalitas.

“Kami mendesak kepada dinas terkait untuk segera dilelang, karena untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan pantura,” ujar Ketua Fraksi PDIP ini.

Seperti diketahui, dua hari yang lalu terjadi kecelakaan maut yang menewaskan dua orang di Jalan Pantura KM 7 Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Itu terjadi karena minimnya PJU. “Di jalan pantura gelap sekali kalau malam. Sekalinya ada lampu, hanya di depan rumah atau toko milik warga,” kata salah satu pengendara yang melintas di Jalan Pantura Kabupaten Tegal, Anton, 38, Kamis (11/8).

Sementara, pantauan di lapangan, minimnya PJU terlihat pada pintu masuk ke wilayah Kabupaten Tegal dari arah timur. Di perbatasan wilayah Kabupaten Pemalang-Kabupaten Tegal tidak ada satupun PJU. Kondisi itu terjadi hingga wilayah Kecamatan Warureja. Sepanjang jalan pantura Warureja hingga Kecamatan Suradadi, penerangan mengandalkan lampu milik warga atau perusahaan yang dibangun di tepi jalan pantura.

PJU baru terlihat di pusat Kecamatan Suradadi. Namun, banyak lampu PJU yang padam dan kondisinya rusak. Setiap tiang PJU yang berisikan dua lampu untuk lajur selatan dan utara, salah satu lampu sebagaian besar sudah padam. Bahkan, hampir puluhan tiang semua lampunya padam. Hal itu terlihat dari mulai Kecamatan Suradadi, Kramat hingga perbatasan memasuki Kota Tegal. (yer/ap)