PUNYA PENGALAMAN: Agus Santiko berpeluang kembali dimainkan saat Persiku menghadapi semifinal Linus Jateng menjamu Persik Kendal (14/8). (donny setyawan/radar kudus)
PUNYA PENGALAMAN: Agus Santiko berpeluang kembali dimainkan saat Persiku menghadapi semifinal Linus Jateng menjamu Persik Kendal (14/8). (donny setyawan/radar kudus)
PUNYA PENGALAMAN: Agus Santiko berpeluang kembali dimainkan saat Persiku menghadapi semifinal Linus Jateng menjamu Persik Kendal (14/8). (donny setyawan/radar kudus)
PUNYA PENGALAMAN: Agus Santiko berpeluang kembali dimainkan saat Persiku menghadapi semifinal Linus Jateng menjamu Persik Kendal (14/8). (donny setyawan/radar kudus)

KUDUS – Lini depan menjadi pekerjaan rumah (PR) Persiku Kudus setelah memastikan diri lolos ke semifinal Liga Nusantara (Linus) Jateng 2016. Sebelumnya, di babak enam besar grup D, tim berjuluk Macan Muria hanya mengoleksi dua gol (dan kebobolan dua gol) dari empat laga. Sementara, calon lawan yang dihadapi, Persik Kendal, merupakan juara grup E dan mengemas 13 gol (dan kebobolan tiga gol) hanya dalam empat laga.

Torehan itu membuat Persik mencatatkan diri sebagai tim terproduktif di fase enam besar, sedangkan Persiku sebagai tim paling tak produktif. Padahal, di kubu Persiku, stok striker juga cukup lumayan. Ada striker murni maupun gelandang yang bisa ditempatkan sebagai ujung tombak. Sebut saja di antaranya Joko Purnomo, Irvan Fahrizal, Doni Pamungkas, Solikul Islam, Arif Fatchul, hingga Totok Andik.

Hanya, sebagian besar dari mereka masih belum teruji finishing touch-nya. Padahal, laga empat besar melawan Persik cukup krusial. Karena itu, pelatih Persiku Hidayat membuka peluang untuk kembali memainkan striker senior Agus Santiko yang saat ini menjadi asisten pelatih.

Menurut Yayat-sapaan akrab Hidayat-kemungkinan diturunkannya Agus Santiko cukup terbuka. Selain sudah didaftarkan sebagai pemain sejak awal, legenda hidup Persiku tersebut dinilai mampu menjadi alternatif solusi kurang produktifnya lini depan. Namun, dia mengaku masih menunggu kesiapan dari pemilik nomor punggung 13 itu sendiri.

”Saya tidak mau memaksakan. Waktu di Boyolali rencananya saya mainkan, tapi saat itu dia belum bersedia. Mudah-mudahan lawan Kendal nanti mau main,” terangnya.

Jika Agus dimainkan, maka PR selanjutnya adalah memastikan fisik pemain yang usianya menginjak kepala empat itu dalam kondisi bugar. (lid/aji)