Gelar Rakor Lintas Sektoral, Tangkal Konflik Pemeluk Agama

376
APRESIASI - Wakapolres Kompol Wahyu Tri Budiwahono SIK membuka gelar rakor sektoral kerukunan antar umat beragama, kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)
APRESIASI - Wakapolres Kompol Wahyu Tri Budiwahono SIK membuka gelar rakor sektoral kerukunan antar umat beragama, kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)
 APRESIASI - Wakapolres Kompol Wahyu Tri Budiwahono SIK membuka gelar rakor sektoral kerukunan antarumat beragama, kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)

APRESIASI – Wakapolres Kompol Wahyu Tri Budiwahono SIK membuka gelar rakor sektoral kerukunan antarumat beragama, kemarin. (HERMAS PURWADI / RADAR SLAWI)

SLAWI – Langkah cerdas diambil Polres Tegal untuk meningkatkan kerukunan antarumat beragama di wilayah hukumnya. Gelar rapat koordinasi kerukunan antarumat beragama digelar di ruang Praja Gupta Mapolres Tegal, Kamis ( 11/8) siang tadi.

Kapolres AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK melalui Wakapolres Kompol Wahyu Tri Budiwahono SIK didampingi Kasat Intelkam AKP Bambang Edi Susanto menyatakan rapat koordinasi ini digelar untuk menciptakan peningkatan kerukunan antar umat beragama di wilayah hukum Polres Tegal.

“Kami undang semua jajaran Forkompinda, serta tokoh agama yang ada di Kabupaten Tegal. Kami fokus membahas pola penanganan kekerasan antarumat beragama dan umat satu agama, beserta pencegahannya. Selebihnya dari giat ini akan dimaksimalkan untuk menjalin silaturahmi antarumat beragama,” ujarnya disela-sela kegiatan.

Dia berharap setelah rakor ini kedepan diwilayah hukum Polres Tegal terciptan masyarakat yang toleran, dan adanya keterpanggilan dari masyarakat untuk mewujudkan dan menjaga keamanan serta ketertiban dilingungannya. “Perwakilan yang kit aundang adalah pemuka 6 agama, ketua FKUB, Forum Silaturahmi Nasional, serta wakil rakyat yang duduk di komisi IV DPRD, Forkopinda plus, dan kepala Kemenag Kabupaten Tegal,” tuturnya.

Dia juga berharap semua forum kerukunan yang sudah ada kedepan bisa mengemban tugasnya dengan baik, termasuk meminimalisir konflik, sekaligus membangun kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Tegal.

“Perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya dapat dikelola baik , sehingga terjalin hubungan masyarakat yang plural yang senantiasa dilandasi sikap toleran, pengertian, menghormati, dan menghargai,” tuturnya.

Ditegaskannya dalam pasal 29 ayat ( 2) UUD 1945 mengatur bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Disini pemerintah berkewajiban melindungi warga negara dalam melaksanakan ajaran agama serta ibadahnya sepanjang tidak bertentangan dengan Undang Undang. Tidak menyalahgunakan dan menodai agama, serta tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum. (her/ap)