Tujuh Toko Modern Ditutup

Tak Berizin, Petugas Satpol Tunggu SP 3

422

KOTA – Tujuh toko modern yang berada di wilayah Sukoharjo bakal ditutup. Sebab, toko modern tersebut diduga tidak mengantongi izin (ilegal). Kini, pihak satpol PP tinggal menunggu surat peringatan (SP) 3 yang dikeluarlakn pemkab.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Sutarmo mengatakan, hingga saat ini masih dilakukan verifikasi terhadap tujuh toko yang terindikasi tak berizin. Nantinya, setelah keluar SP 3 akan melakukan penutupan. ”Benar seperti yang diinfokan Pak Bupati ada tujuh toko yang terindikasi tak berizin,” katanya kemarin (9/8).

Setelah dilakukan verifikasi terhadap 61 toko modern di Kota Makmur, diketahui ada tujuh toko yang terindikasi ilegal. Hingga saat ini pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan dinas terkait lainnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, dari laporan satpol PP masih ada tujuh toko yang terindikasi ilegal atau sudah habis izinnya.  ”Memang masih ditemukan adanya indikasi toko tak berizin. Nanti akan dibahas dulu kepastiannya,” terangnya.

Untuk mengetahui kepastian berizin tidaknya tujuh toko tersebut, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait. Yakni Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), camat, dan lainnya. Setelah rapat tersebut dan diketahui kepastiannya, pemkab akan mengambil tindakan.

Bila tujuh toko tersebut terbukti ilegal atau tak berizin pihaknya akan melakukan penutupan paksa. Terkait masalah ini dia tidak akan pandang bulu dalam menegakan kebijakan di Kota Makmur. ”Kalau benar akan kita tutup,” kata dia.

Toko modern yang sudah ditutup, pemkab tidak memberikan kesempatan untuk pengurusan izin kembali. Pasalnya, saat ini pemkab menerapkan kebijakan moratorium perizinan toko modern. ”Selama bupatinya masih saya (Wardoyo), izin toko modern yang sudah habis tidak bisa diperpanjang,” papar dia.

Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi keberadaan toko kecil atau toko kelontong. Jika toko modern ilegal dibiarkan, dikhawatirkan toko kelontong akan terdesak dan tidak bisa berkembang. Pasalnya, toko modern yang ada sudah merambah ke pelosok desa. (yan/un/ap)