Kalau Tidak Cocok, Jangan Dipaksakan

311

full-day-schoolPENGAMAT dan pemerhati pendidikan Kota Semarang, Dr H Ngasbun Egar mengatakan, jika memang nantinya wacana sistem belajar Full Day School disahkan, pihak Dinas Pendidikan harus berperan untuk merancang sistem pembelajaran dan menyiapkan secara matang. Sebelumnya, dinas wajib melakukan kajian dari berbagai aspek. Misalnya, dari aspek keluarga dan sekolah, fisik dan nonfisik, sumber daya manusia, kajian akademik, dan lainnya.

”Ketika anak ada sekolah lebih lama, harus ada tambahan isi pembelajaran. Isi kegiatan itu disusun kurikulumnya, agar jalannya program bisa berjalan dengan baik. Namun juga harus dipikirkan juga bagaimana sekolah swasta,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (9/8).

Pasalnya, dengan penambahan jam pelajaran, tentu akan berimbas pada jam kerja para pengajar. Dengan tambahnya jam belajar, tentunya akan berimbas juga pada pengeluaran yang dikeluarkan oleh yayasan, jika itu sekolah swasta.

Menurut dia, tidak semua pengelola yayasan sekolah swasta mampu menyiapkan sarana dan prasarana, atau menambal pengeluaran yang besar dengan adanya penambahan jam belajar.

”Kalau memang dilakukan, pemerintah harus merangkul semua sekolah baik swasta ataupun negeri. Kalau swasta yang tidak mampu, jelas harus dibantu. Program ini juga harus diimplementasikan ke sekolah swasta juga,” ungkapnya.

Silakan beri komentar.