Tanamkan Jiwa Nasionalisme Lewat Lomba Tujuhbelasan

455
SERU: Anak-anak warga Pandean Lamper IV RT 7 RW VI Peterongan saat asyik lomba makan kerupuk dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-71, Minggu (7/8) lalu. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU: Anak-anak warga Pandean Lamper IV RT 7 RW VI Peterongan saat asyik lomba makan kerupuk dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-71, Minggu (7/8) lalu. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sepertinya kurang afdol jika tidak ada lomba tujuhbelasan. Di antaranya, lomba makan kerupuk, balap karung, gebuk bantal, pukul air, panjat pinang, dan sebagainya. Seperti yang digelar karang taruna Kampung Pandean Lamper IV RT 7 RE VI Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan, Minggu (7/8) lalu. Sejumlah lomba digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-71, di antaranya lomba makan kerupuk, joget balon, memasukkan paku dalam botol, serta pukul air.

Ketua karang taruna setempat, Budi, mengatakan, lomba digelar selain untuk menyemarakkan hari kemerdekaan, juga untuk meneladani perjuangan para pahlawan yang dulu dengan gagah berani melawan penjajah. ”Kegiatan ini juga untuk menambah kekompakan antarwarga,” kata Budi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, peserta lomba mulai anak usia TK hingga sekolah dasar. Rencananya, para juara dalam lomba akan mendapatkan hadiah yang diserahkan pada malam tirakatan pada Selasa (16/8) malam. ”Hadiahnya memang tak seberapa, tapi kegiatan ini bisa menambah kecintaan kita kepada bangsa dan negara,” ujar cowok yang sehari-hari berwirausaha ini.

Lomba tujuhbelasan juga digelar di kawasan Gunung Brintik RT 6 RW 9 Kelurahan Randusari, Semarang Selatan. Puluhan anak-anak mengikuti berbagai lomba pitulasan, salah satunya lomba makan kerupuk. Antusiasme peserta terlihat ketika panitia menyerukan hitungan sebagai tanda lomba dimulai. Tingkah peserta lomba pun mengundang tawa para penonton. Ada yang langsung bisa menangkap kerupuk dengan mulut, tapi yang bikin tawa pecah ketika peserta kesulitan menggaet kerupuk, sehingga memunculkan ekspresi yang sangat lucu.