Kejari Kabupaten Pekalongan Menangkan Gugatan Praperadilan

988
BEKERJA PROFESIONAL: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Ahelya Abustam SH MH (ketiga dari kiri) bersama jajarannya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEKERJA PROFESIONAL: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Ahelya Abustam SH MH (ketiga dari kiri) bersama jajarannya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEKERJA PROFESIONAL: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Ahelya Abustam SH MH (ketiga dari kiri) bersama jajarannya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEKERJA PROFESIONAL: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Ahelya Abustam SH MH (ketiga dari kiri) bersama jajarannya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Dengan adanya putusan Pengadilan Negeri Pekalongan yang menolak permohonan praperadilan pemohon, maka semua pihak harus menghormati putusan tersebut dengan baik.”
Ahelya Abustam SH MH, Kajari Kabupaten Pekalongan

KAJEN – Sidang gugatan praperadilan tersangka Arif Zaenuri selaku Direktur Sina Wijaya terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan tak membuahkan hasil. Majelis hakim Pengadilan Negeri Pekalongan menolak gugatan tersebut alias memenangkan pihak termohon, yakni Kejari Kabupaten Pekalongan. Arif sendiri ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejari Kabupaten Pekalongan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembuatan pintu air asin 4 Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Pekalongan, Senin (8/8). Susana sidang sempat berlangsung tegang. Sebab, di luar ruang sidang berlangsung aksi demo yang dilakukan oleh rekan-rekan pemohon. Untuk mengamankan pelaksanaan sidang, sedikitnya 50 personel Polresta Pekalongan dikerahkan.

Hakim tunggal Muhamad Ikhwanudin, membuka sidang sekitar pukul 09.30. Ikhwanudin langsung membacakan kesimpulan kedua belah pihak, baik pemohon dan termohon. ”Setelah kami pertimbangkan dengan matang, maka dengan ini Pengadilan Negeri Pekalongan pada hari Senin tanggal 08 Agustus 2016 menolak permohonan praperadilan No.02/Pid.Prap/2016/PN.PKL, dan membebankan kepada pemohon untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,” kata Muhamad Ikhwanudin sambil mengetokkan palu.

Spontan, Tim Termohon Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan yang terdiri atas Kasi Pidsus Tomy Untung Kurniawan SH MH; Kasi Intel Selamet Haryadi SH MH; Kasi Datun Suryadi SH dan jaksa fungsional Eko Hertanto SH langsung menyalami hakim dan kuasa hukum pemohon, Arif NS.

Kasi Intel Selamet Haryadi mengungkapkan, dengan ditolaknya gugatan praperadilan pemohon Arif Zaenuri, maka Kejari Kabupaten Pekalongan akan melakukan pemanggilan yang ke-3 terhadap yang bersangkutan.

Silakan beri komentar.