Dishub Diminta Tegas

477
PERIKSA KELENGKAPAN:Dishub periksa kelengkapan surat-surat kendaraan mini bus. (DEDE NADIYANAH/RATEG)
PERIKSA KELENGKAPAN:Dishub periksa kelengkapan surat-surat kendaraan mini bus. (DEDE NADIYANAH/RATEG)
PERIKSA KELENGKAPAN:Dishub periksa kelengkapan surat-surat kendaraan mini bus. (DEDE NADIYANAH/RATEG)
PERIKSA KELENGKAPAN:Dishub periksa kelengkapan surat-surat kendaraan mini bus. (DEDE NADIYANAH/RATEG)

TEGAL-Sejumlah pedagang asongan Terminal Kota Tegal yang tergabung dalam Paguyuban Maju Bangkit Bersama (Mabes) mendesak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk melakukan penertiban terhadap sejumlah awak angkutan yang bandel menaikan dan menurunkan penumpang pada terminal bayangan.

“Kami minta dipertegas dan diperkecil ruang terminal bayangan yang menyebabkan sepinya Terminal Kota Tegal,” kata Koordinator Paguyuban Pedagang Asongan Terminal Kota Tegal, Saryadi Rakyan Lesmana,38, yang berjualan oleh-oleh wingko.
Terminal banyangan yang dimaksud antara lain di Kaligangsa, sebelah Barat Pasific Mall, dan sejumlah titik lokasi lainnya termasuk di depan pintu keluar Terminal Kota Tegal.
Menurutnya, lebih dari 99 Kepala Keluarga (KK) menggantungkan hidupkan dari hasil berjualan makanan di terminal.

“Kalau terminal sepi pengunjung, mau dapat penghasilan dari mana?,” ujar warga Kelurahan margadana RT 1/RW 3, Kecamatan Margadana.

Tercatat, ada 233 orang yang berjualan di Terminal Tegal, mereka berasal dari wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes.

“Dulu terminal ramai, sekarang sepi terus bahkan saat menjelang lebaran,” ujarnyayang juga menjado pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di Terminal Kota Tegal.