SUKA BERCANDA: Waluyo saat di teras ruko di Jalan Bojongsalaman, dekat gapura Jalan Pusponjolo Timur III, Semarang. (DOKUMENTASI SISWADI)
SUKA BERCANDA: Waluyo saat di teras ruko di Jalan Bojongsalaman, dekat gapura Jalan Pusponjolo Timur III, Semarang. (DOKUMENTASI SISWADI)
SUKA BERCANDA: Waluyo saat di teras ruko di Jalan Bojongsalaman, dekat gapura Jalan Pusponjolo Timur III, Semarang. (DOKUMENTASI SISWADI)
SUKA BERCANDA: Waluyo saat di teras ruko di Jalan Bojongsalaman, dekat gapura Jalan Pusponjolo Timur III, Semarang. (DOKUMENTASI SISWADI)

Kakek Waluyo, 62, warga Jogja belakangan ramai menjadi perbincangan. Ia yang dikabarkan meninggal dalam kecelakaan dan sudah dikuburkan pada 2015 silam, ternyata masih hidup. Belakangan diketahui, Waluyo bekerja sebagai tukang sapu di Kota Semarang.

ABDUL MUGHIS

SEBELUM ramai dibicarakan, Waluyo biasa tinggal di teras ruko di Jalan Bojongsalaman, tepatnya di dekat gapura masuk Jalan Pusponjolo Timur III, Kelurahan Cabean, Semarang Barat. Ia tinggal di Semarang kurang lebih sejak lima bulan lalu.

Kesehariannya, Waluyo hidup damai menjadi tukang sapu. Dia biasa membersihkan sampah di sepanjang perkampungan sekitar. Kala senja tenggelam, ia kembali menepi di teras ruko tersebut. Di atas lembaran kardus bekas, ia seringkali tertidur pulas ditemani boneka kesayangannya.

Namun sejak beberapa hari lalu, Waluyo kembali ke kampung halamannya di Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Jogjakarta. Kedatangannya membuat warga heboh. Sebab, sebelumnya Waluyo dikabarkan telah meninggal dalam kecelakaan di daerah Gunungkidul pada 1 Mei 2015 lalu. Pihak keluarga sudah memakamkan jenazah korban kecelakaan yang wajahnya mirip Waluyo tersebut. Bahkan batu nisan di makamnya sampai sekarang masih tertulis nama Waluyo.