JAGA KERUKUNAN: Petugas Polri dan TNI sedang berjaga di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
JAGA KERUKUNAN: Petugas Polri dan TNI sedang berjaga di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
JAGA KERUKUNAN: Petugas Polri dan TNI sedang berjaga di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
JAGA KERUKUNAN: Petugas Polri dan TNI sedang berjaga di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Satu peleton anggota Polres Magelang Kota dan Kodim 0705/Magelang diterjunkan untuk menjaga beberapa kelenteng. Langkah itu dilakukan guna mencegah berkembangnya isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) pascaperusakan tempat ibadah di Tanjung Balai, Sumatera Utara, akhir Juli lalu.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP  Esti Wardiani menjelaskan, kendati suasana Kota Magelang cukup kondusif, namun langkah pengamanan tetap perlu dilakukan. Selain pengamanan, anggota gabungan TNI-Polri juga melakukan patroli ke beberapa tempat ibadah lain seperti pura, wihara, gereja dan masjid di Kota Magelang.

”Kami ingin memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada seluruh umat beragama. Jangan sampai kerusuhan SARA merembet ke daerah lain dan mengganggu ibadah atau sembahyang umat,” kata Esti, Kamis (4/8) petang.

Di tengah melakukan pengamanan, anggota tim gabungan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya para pengurus tempat ibadah. Petrugas meminta masyarakat Kota Magelang yang toleran untuk tidak mudah terprovokasi. Sebab, belum tentu konflik di Tanjung Balai murni karena faktor agama.

”Kami meminta masyarakat untuk terus menjaga kualitas kerukunan antarumat beragama. Meski berbeda agama dan keyakinan tetap harus saling menghormati,” tegas Esti.