Tarif PDAM Naik, Pelanggan Mengeluh

2137

BATANG – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang meradang. Pasalnya, tarif air dinaikkan per Juni 2016 dan ditagihkan mulai Juli 2016.

Dari informasi yang didapatkan, tarif dasar air untuk golongan Rumah Tangga 1 (R1) yang semula Rp 1.750 naik menjadi Rp 2.100 pada pemakaian 0-10 meter kubik atau naik Rp 350. Untuk R2, tarif dasar semula Rp 1.925 menjadi Rp 2.310 pada pemakaian 0-10 meter kubik. Demikian pula untuk tarif dasar R3, R4, Niaga dan Industri juga mengalami kenaikan yang besarnya bervariasi.

Nurul, 45, warga Kecamatan Batang pelanggan PDAM golongan R1 mengaku kecewa dengan keputusan PDAM. Jika biasanya ia membayar rekening PDAM sebesar Rp 140-000 – Rp 150.000, kini harus lebih besar. “Seharusnya kenaikan tarif air PDAM jangan dinaikkan bersamaan dengan tahun ajaran baru. Pengeluaran kami sebagai ibu rumah tangga jadi semakin berat,” ujarnya pasrah.

Hal yang sama dikeluhkan Ningsih, juga warga Kecamatan Batang. Bebannya terasa berat, karena penghasilannya yang pas-pasan harus dikurangi pengeluaran lagi dengan kenaikan tarif tersebut. “Kenaikan, berbarengan dengan tahun ajaran baru, kemarin juga puasa dan lebaran. Kebutuhan air juga meningkat, jadi kami juga harus bayar lebih,” ungkapnya, ditemui saat membayar tagihan PDAM.

Ia yang kurang mengikuti perkembangan informasi, awalnya kaget dengan kenaikan tersebut. Namun karena butuh, sehingga tetap harus membayar. “Mau bagaimana lagi, kami juga harus tetap bayar walaupun lebih mahal,” ujarnya.

Direktur PDAM Kabupaten Batang Yulianto melalui Sekretaris PDAM Sapto Priyo Nugroho mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kenaikan tarif. “Kami sudah umumkan kenaikan tersebut, selain melalui edaran juga kami siarkan di radio,” ucap Sapto saat ditemui di kantornya, Jumat (29/7).

Dijelaskannya, kenaikan tarif dasar berdasarkan Keputusan Bupati Batang Nomor 545.24/364/2016, tertanggal 30 Mei 2016 tentang Tarif air Minum PDAM. “Sesuai yang tertuang, tujuan menaikkan atau menyesuaikan tarif dasar air minum, untuk mengoptimalkan kapasitas produksi, dan menjaga kualitas dan kuantitas air minum,” ucapnya.

PDAM Batang menargetkan dalam waktu dekat, bisa melayani 15 kecamatan, termasuk kecamatan baru, Banyuputih. Selain itu, juga meningkatkan pelayanan, karena hampir mendekati aliran 24 jam. “Untuk mencapainya, kami harus stabil produksi air. Untuk itu, kami harus terus berupaya mencari sumber air baru. Karena ke depan Batang juga akan menjadi daerah industri, yang pasti kebutuhan air akan semakin besar,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada pelanggan agar menggunakan air dengan bijak, disesuaikan dengan kebutuhan. Agar biaya yang dikeluarkan juga sebanding. (han/ton)