Satu Jam, 16 Truk Terjaring Razia

301
RAZIA: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan saat melakukan tilang pada pengemudi truk yang tidak memperpanjang KIR. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
RAZIA: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan saat melakukan tilang pada pengemudi truk yang tidak memperpanjang KIR. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
RAZIA: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan saat melakukan tilang pada pengemudi truk yang tidak memperpanjang KIR. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
RAZIA: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan saat melakukan tilang pada pengemudi truk yang tidak memperpanjang KIR. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

KAJEN—Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan, Kamis (28/7) lalu menggelar razia truk di Jalan Raya Kayuguritan Karanganyar. Razia ini digelar setelah muncul laporan masyarakat yang menyatakan banyak truk pengangkut galian C tak berizin dan melebihi batas muatan.

Ternyata laporan masyarakat itu benar. Hanya dalam waktu sekitar 1 jam saja, ada 16 truk yang terjaring razia.

Dari 16 armada truk yang terjaring razia tersebut, sebagian besar telah habis masa pengujian kendaraan bermotor (KIR), tidak membawa perlengkapan pengamanan dan P3K. Bahkan ada 2 truk yang membawa material galian C ilegal, telah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan KIR.

Sarjan, 43, warga Desa Bulaksari, Kecamatan Sragi mengungkapkan, truk yang digunakannya untuk membawa material galian C ikut terjaring razia. Setelah diperiksa, diketahui masa berlaku KIR dan STNK sudah habis sejak 6 bulan lalu.

Menurutnya, selama ini truk galian C yang tidak berizin dan tidak mempunyai KIR beroperasi malam hari. Namun karena usai Lebaran banyak permintaan, maka pada siang hari pun terpaksa digunakan untuk memenuhi pesanan tersebut. “Truk ini punya bos saya, mau ditilang saya tidak peduli. Karena setiap kali saya mengingatkan STNK dan KIR-nya sudah habis masa berlakunya, selalu dijawab nanti saja,” ungkap Sarjan.

Sedangkan Afan, 34, pemilik truk angkutan barang yang juga ikut ditilang mengakui masa berlaku KIR sudah habis. Ia menyatakan tak memiliki waktu untuk mengurus KIR di Kantor Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan karena tempat tinggalnya cukup jauh.

Menurutnya, Dishubkominfo seharusnya membuat kantor KIR keliling, sehingga bisa melayani masyarakat yang tempat tinggalnya jauh. Seperti yang dilakukan oleh Satlantas yang membuka layanan SIM keliling atau perpanjangan STNK dengan sistem jemput bola.

“Kadang yang membuat malas antrenya lama, butuh waktu hingga 3 jam untuk KIR,” kata Afan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro mengatakan, razia terhadap truk ini merupakan kegiatan rutin. “Razia kami lakukan belum ada satu jam, namun sudah 16 armada yang terjaring. Akan kami lakukan razia seperti ini, setiap hari pada tempat yang berbeda, guna penertiban pada armada angkutan umum,” kata Wahyu. (thd/ton)