KEMBANGKAN LAYANAN: PT Bank Bukopin Tbk, sebagai salah satu bank persepsi menyosialisasikan tax amnesty pada nasabah, baru-baru ini. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMBANGKAN LAYANAN: PT Bank Bukopin Tbk, sebagai salah satu bank persepsi menyosialisasikan tax amnesty pada nasabah, baru-baru ini. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMBANGKAN LAYANAN: PT Bank Bukopin Tbk, sebagai salah satu bank persepsi menyosialisasikan tax amnesty pada nasabah, baru-baru ini. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMBANGKAN LAYANAN: PT Bank Bukopin Tbk, sebagai salah satu bank persepsi menyosialisasikan tax amnesty pada nasabah, baru-baru ini. (PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bank persepsi mulai mempersiapkan instrumen untuk menampung dana repatriasi. Di antaranya produk deposito dengan tenor tiga tahun, reksadana dan surat utang jangka menengah atau medium term notes.

Salah satu bank persepsi yang ditunjuk pemerintah, PT Bank Bukopin Tbk memperkirakan potensi dana repatriasi yang akan ditampung oleh pihaknya mencapai Rp 20 trilun dalam skala nasional. “Pada tahap awal ini kami persiapkan 26 cabang untuk mengalokasikan dana repatriasi. Khusus untuk Jawa Tengah potensi mencapai Rp 1 trilun,” ujar General Manager Pengembangan Bisnis PT Bank Bukopin, Rivan Purwantono, kemarin.

Beberapa instrumen telah dipersiapkan untuk menampung dana yang sebelumnya parkir di luar negeri tersebut. Dengan fasilitas produk atau layanan lock up selama hingga tiga tahun. Mulai dari deposito, reksadana hingga surat utang. “Kami sediakan berbagai produk. reksadana, misalnya, ada yang hanya pasar saham, ada juga yang campuran. Jadi misal nasabah suka bunga tinggi bisa masukkan ke saham, atau mau yang bunga tidak terlalu tinggi tapi masih oke, ada saham campuran, atau bisa ke obligasi,” jelasnya.

Dengan adanya berbagai tawaran produk menarik tersebut, ia berharap juga dapat lebih merangsang para wajib pajak untuk memanfaatkan kebijakan tax amnesty. Menurutnya, pengampunan pajak ini menjadi kesempatan langka. “Kebijakan ini terbilang langka, maka kalau ada dana repatriasi, masukan segera, kalau ada aset segera deklarasi. Kami yakin bahwa nasabah bukan berniat tidak lapor, tapi kurang rapi, maka dengan adanya kesempatan ini, rapikanlah,” tambahnya.

Sedangkan untuk dana repatriasi yang masuk, nantinya akan dialokasikan lagi ke beberapa produk lain. Salah satunya adalah kredit, dengan rincian 60 persen dialokasikan ke kredit untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sisanya komersil. (dna/smu)