Pemkot Matangkan Pembangunan Eco District

311

SEMARANG – Pemkot Semarang terus mematangkan rencana pembangunan Eco District di Kota Semarang. Jumat (29/7) kemarin, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama perwakilan pemerintah Prancis dan perwakilan Kementerian PUPR bertemu untuk membicarakan rencana mewujudkan Eco District.

Pembangunan Eco District tersebut nantinya akan meliputi penataan PKL, pembangunan ruang publik, dan penyediaan sarana dan pra sarana untuk umum. Untuk lokasi pelaksanaan project tersebut rencananya akan dilakukan di Jalan Madukoro dan sekitarnya, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses menuju bandara baru.

Endra Atmawijaya dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR yang mengatakan konsep Eco District sesuai dengan konsep pengembangan kota hijau yang dimiliki Kementerian PUPR sejak 2011. ”Jadi ini bentuknya Urban Project, bukan hanya Infrastructure Project, sehingga yang kita bicarakan bukan hanya infrastruktur yang baik saja, tapi juga lingkungan sekitarnya juga harus baik,” jelas Endra.

Perwakilan Pemerintah Prancis, Franck Miraux yang merupakan Project Director Green Building, optimis bahwa project Eco District di Kota Semarang dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. ”Terkadang pembangunan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, tapi di sini (Semarang) pembangunan sudah dari keinginan masyarakat,” tegas Franck. Franck juga mengatakan bahwa project Eco District akan meliputi ketiga aspek, yaitu Building Development, Public Infrastructure, dan Civil Society.

Hendrar Prihadi menargetkan project Eco District bisa dimulai pada 2017. Project ini sekaligus juga akan menjadi penunjang Bandara Kota Semarang yang baru. ”Konsep ini juga sejalan dengan usaha kami untuk mewujudkan Semarang sebagai kota berkelanjutan dan karena itu saya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah Prancis yang sudah memberi perhatian kepada Kota Semarang,” tandasnya. (zal/ce1)