Kadisdik Tunggu Keputusan Pusat

241
Bunyamin (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bunyamin (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bunyamin (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bunyamin (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TERCANTUMNYA nama Semesta Bilingual Boarding School (SBBS) dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Turki di Indonesia untuk ditutup lantaran diduga berafiliasi dengan ulama Fethullah Gulen ditanggapi dingin oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Bunyamin mengatakan jika belum mengetahui adanya kasus tersebut.

”Saya malah belum tahu tentang itu (pernyataan Kedutaan Besar Turki, Red) untuk menutup 9 sekolah bilingual termasuk Sekolah Semesta yang ada di Semarang,” katanya.

Bunyamin sendiri belum bisa bertindak, karena dirinya tidak mau gegabah dan menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat ataupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini dikarenakan ketentuan tentang Sekolah Pendidikan Kerjasama (SPK) telah diatur dalam Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014. ”Nanti langkahnya gimana dan apa tindakan yang diambil menunggu keputusan dari pusat dulu,” ungkapnya.

Ia sendiri mengaku enggan berandai-andai, jika memang keputusan dari pemerintah pusat memutuskan 9 sekolah termasuk Semesta Bilingual Boarding School, harus ditutup. ”Prinsipnya itu dulu (menunggu keputusan pusat, Red), saya tidak mau berandai-andai,” katanya. (den/aro/ce1)