Hendi berharap, cerita tentang Firna dapat menjadi inspirasi bagi anak muda yang lain untuk tidak patah semangat dengan status sosial yang dimiliki. Meskipun berasal dari keluarga yang tidak mampu, lanjut dia, jika terus belajar maka segala mimpi akan dapat tercapai. ”Kuncinya adalah belajar, belajar, dan belajar,” tandasnya.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman yang turut hadir pada kesempatan itu menambahkan, selain berkeinginan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Firna juga ingin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, pihaknya menyatakan siap membantu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan Firna untuk mendaftar.

”Nanti akan kami buatkan LoA (Letter of Acceptance) dengan melibatkan pembimbing profesor yang relevan. Selain itu, juga membantu peningkatan kompetensi belajar secara intensif khususnya dalam TOEFL dan IELTS,” katanya.

Tidak hanya itu saja, lanjut dia, pihaknya juga telah mengomunikasikan dengan Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Jakarta supaya Firna dibantu mendapatkan beasiswa unggulan dari pemerintah. Tidak hanya di jenjang S2 tetapi hingga S3.

”Setelah lulus nanti, kami juga siap buka pintu menjadi dosen di Unnes,” ujarnya seraya berterima kasih kepada wali kota atas perhatiannya.

Firna saat dimintai keterangan perihal keinginannya bertemu dengan Presiden Jokowi mengaku supaya presiden benar-benar mencanangkan Nawacita dalam bidang pendidikan. Ia berharap dalam dunia pendidikan tidak ada kesenjangan status ekonomi sehingga mereka yang kurang mampu dapat melanjutkan pendidikannya dengan mudah.