KOTA KECIL: Tim dari Kemenhub saat menyerahkan hasil penilaian WTN kepada pemerintah Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOTA KECIL: Tim dari Kemenhub saat menyerahkan hasil penilaian WTN kepada pemerintah Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOTA KECIL: Tim dari Kemenhub saat menyerahkan hasil penilaian WTN kepada pemerintah Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOTA KECIL: Tim dari Kemenhub saat menyerahkan hasil penilaian WTN kepada pemerintah Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Kabupaten Batang menjadi salah satu kandidat peraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan pada kota yang dinilai mampu menata transportasi publik. Batang masuk dalam kategori kota kecil.

Ketua Tim Penilai WTN Nasional Faridah Mahmudah mengatakan, masalah tranpsortasi bukan urusan Dinas Perhubungan dan Kepolisian saja, tapi juga semuanya pihak. Karena membangun sistem transportasi tidak bisa secara instan, perlu pemikiran dan kerjasama yang direncanakan dengan baik oleh semua pihak. Transportasi merupakan investasi jangka panjang sebuah kota.

“Batang merupakan kota kecil, maka kami adu dengan kota kecil juga. Dengan indikator penilainya dari sarana lalu lintas dan sarana transportasi yang ada di Kabupaten Batang,” jelas Faridah saat menyerahkan hasilm penilaian tahap ketiga di ruang rapat komplek kantor Pemerintah Kabupaten Batang.Tim juri ditemui oleh Wakil Bupati Batang Soetadi, Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, serta pejabat terkait, Jumat (29/7).

Penghargaan WTN diberikan dengan tujuan meningkatkan penyelenggaraan transportasi di kawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin keselamatan hak pengguna jalan. Serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalu lintas sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. Disamping menanamkan semangat mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas kepada pengguna jalan, Pemkab juga harus berusaha melengkapi sarana dan prasarana transportasi yang tersedia.

Wakil Bupati Batang Soetadi berharap Kabupaten Batang bisa meraih penghargaan WTN 2016. “Ini keikutsertaan kami yang pertama dalam penilaian WTN, pada tahun sebelumnya Batang belum pernah ikut,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Lany Dwirejeki mengatakan, tim penilai WTN sudah melakukan penilaian dari berbagai aspek di Kabupaten Batang. Aspek yang dimaksud, mulai dari alat kelaikan transportasi massal yang ada di Dishubkominfo, terminal serta beberapa jalur utama seperti Jalan Gajah Mada, Ahmad Yani dan Pemuda. Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaian juri. (han/ton)