Pedagang Taman KB Langgar Jam Berjualan

344
GANGGU KENYAMANAN: Kawasan Taman KB yang dipenuhi pedagang kaki lima. (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANGGU KENYAMANAN: Kawasan Taman KB yang dipenuhi pedagang kaki lima. (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANGGU KENYAMANAN: Kawasan Taman KB yang dipenuhi pedagang kaki lima. (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG)
GANGGU KENYAMANAN: Kawasan Taman KB yang dipenuhi pedagang kaki lima. (Dokumen JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang menilai keberadaan Taman Menteri Supeno atau Taman KB saat ini sudah tidak sesuai fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang dapat digunakan sebagai area publik.

”Taman KB harus dikembalian seperti semula. Yakni, untuk aktivitas bermain, olahraga, dan komunikasi sosial,” ungkap anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (28/7).

Danur menjelaskan, salah satu penyebab Taman KB beralih fungsi lantaran banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di kawasan tersebut. Padahal sebelumnya telah ada aturan bahwa mereka diperkenankan berjualan di atas pukul 16.00. ”Yang terjadi saat ini, siang pun mereka tetap berjualan,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, Pemkot Semarang harus segera melakukan tindakan penertiban. Sebab, jika hal itu terus dibiarkan, maka jumlahnya akan semakin banyak dan dikhawatirkan akan mengganggu kondisi sekitar. ”Antara fungsi taman dan PKL harus seimbang,” ujarnya.