PINDAHAN: Para pedagang Pasar Pedurungan membongkar lapak dan pindahan ke tempat relokasi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PINDAHAN: Para pedagang Pasar Pedurungan membongkar lapak dan pindahan ke tempat relokasi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PINDAHAN: Para pedagang Pasar Pedurungan membongkar lapak dan pindahan ke tempat relokasi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PINDAHAN: Para pedagang Pasar Pedurungan membongkar lapak dan pindahan ke tempat relokasi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah pedagang Pasar Pedurungan, Kamis (28/7) kemarin, mulai melakukan proses pindahan menuju tempat relokasi sementara di belakang Kantor Kecamatan Pedurungan. Hal itu menyusul segera dimulainya program revitalisasi Pasar Pedurungan yang rencananya dimulai pada Agustus mendatang.

Salah satu pedagang, Sukarno, mengaku harus secepatnya pindah ke tempat relokasi supaya dapat segera membangun lapak. Menurutnya, untuk membuat lapak harus mengantre terlebih dahulu, karena dikerjakan oleh tukang profesional. ”Kalau tidak cepat-cepat, antreannya bisa panjang. Karena jumlahnya terbatas,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan segera melakukan pindahan supaya kondisi pasar yang akan dibangun benar-benar bersih. Sehingga dapat dipastikan dapat selesai pada Desember mendatang sesuai yang telah direncanakan.

”Kami tidak ingin berlama-lama di tempat penampungan. Sebab, banyak pelanggan yang sudah berpaling ke tempat lain,” ujar pedagang sembako itu.

Hal tak jauh beda diungkapkan Muhammad, salah satu pedagang pakaian. Menurutnya, pemerintah harus benar-benar memegang komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan tepat waktu. Ia juga tidak berharap berlama-lama di tempat relokasi. ”Kalau janjinya enam bulan ya harus enam bulan. Kami minta pembangunan dilakukan secara transparan,” tegasnya.